Beberapa artis peran tampak sedang memainkan perannya dalam sebuah adegan film di halaman depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi di Kuningan, Jakarta, Jumat (12/2) malam.
Dalam adegan itu, seorang remaja dikisahkan berniat melaporkan ayahnya yg yaitu koruptor kakap.
Sesuatu yg terlalu indah bagi terjadi di dunia nyata, tapi pesan anti korupsi yg ingin disampaikan patut dipuji.
Akan tetapi, bisakah film tersebut berkontribusi dalam perang melawan korupsi yg terstruktur di Indonesia?
Hari itu dua artis peran layar lebar senior, seperti Ray Sahetapy, Ratna Listy, Leroy Osmany, dan Hengky Tornado, bersama artis peran muda belia semacam Jessica Mila dan Sabda Ahessa, tampak di halaman gedung KPK.
Sebelum diambil gambarnya bagi adegan terakhir dalam film Pacarku Anak Koruptor, para pemain peran itu bersama sutradara Sys Ns sempat bertemu dengan pimpinan KPK, “mempromosikan” film dengan genre drama romantis remaja berbalut isu anti korupsi itu.
Sys berpromosi bahwa film itu mulai memberi sumbangsih menanamkan semangat anti korupsi di benak para pemirsa film yg mulai ditayangkan di bioskop-bioskop di Indonesia pada 4 Mei mendatang itu.
Menurut Sys, film itu mengambil kisah percintaan antara Sayanda (Jessica Mila), aktivis anti korupsi, dan Gerhana (Sabda Ahessa) yg yaitu anak koruptor Marukh Bangetan (Ray Sahetapy).
Film ini hendak mendekonstruksi pandangan terhadap sosok keluarga koruptor yg selama ini dianggap sama buruknya dengan ayah atau ibunya yg korup.
“Kami ingin memamerkan bahwa (idealnya) anak koruptor juga mampu hebat, berani melawan orangtuanya yg korup,” kata Sys.
Marukh digambarkan sebagai sosok koruptor yg ingin melemahkan KPK melalui revisi Undang-Undang KPK di DPR.
Marukh beraksi lewat kompradornya di DPR, mengatur lewat aliran dana-dana suap. Tujuannya agar KPK tidak milik daya melawan koruptor.
Dengan latar belakang itu, film ini dalam kadar tertentu merepresentasikan “realitas” pelemahan KPK yg tengah terjadi di Indonesia.
Lantas, bagaimana pengaruhnya terhadap perang melawan korupsi?
Sumber: http://ift.tt/1mmsIby