Kisah Jaksa Masuk Desa

Hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas. Keadilan sulit diraih rakyat kecil. Itulah bayangan umum masyarakat soal penegakan dan layanan hukum.

Bahkan, setelah reformasi berjalan 18 tahun, rakyat masih harus berunjuk rasa bagi menuntut hak mereka.

Padahal, pada 1981, pernah dikerjakan program kerakyatan Jaksa Masuk Desa dengan mendatangi rakyat kecil agar paham dan tak takut mengadukan masalah hukum yg dihadapi.

Dalam dua tahun, sejak diluncurkan, telah 9.000 desa yg mendapat pelayanan Jaksa Masuk Desa.

Sejarawan alumnus Universitas Diponegoro, Semarang, Bonnie Triyana, di Jakarta, Selasa (9/2), mengatakan, pada Hari Bhakti Adhyaksa, 22 Juli 1981, Jaksa Agung Ismail Saleh launching program Jaksa Masuk Desa.

“Jaksa Masuk Desa bertujuan memberi pemerataan kesempatan memperoleh keadilan melalui bantuan hukum dan konsultasi buat golongan tak bisa di pedesaan,” kata Bonnie.

Bonnie menerangkan, dalam temuan di majalah internal Kejagung, Pembinaan, Jaksa Agung Ismail Saleh menegaskan, program Jaksa Masuk Desa bukan bagi menampung perkara, apalagi mencari-cari perkara.

Memang dalam penelusuran arsip Kompas tahun 1981 kelihatan betapa gebrakan Jaksa Masuk Desa mendapat perhatian publik.

Pada edisi Sabtu (28/2/1981), Ismail Saleh menyatakan, seorang jaksa harus menjadi penegak hukum yg disegani, bukan ditakuti. Jaksa juga harus dipatuhi, bukan dibenci.

Harian Kompas pada 30 Maret 1980 menulis janji Jaksa Agung Ismail Saleh, Jaksa Masuk Desa harus menjadi gerakan massa sejak Juli 1980.

“Jadikanlah Hari Bhakti Adhyaksa mendatang kembali ke desa”, kata Ismail Saleh di depan kepala kejaksaan tinggi se-Indonesia.

Dia meyakini, seandainya masyarakat desa memiliki kesadaran hukum yg tinggi, penegakan hukum mulai menjadi lebih cepat berjalan sehingga jumlah kejahatan pun bisa menurun.

Jaksa Agung juga melibatkan mahasiswa fakultas hukum perguruan tinggi dalam program penyuluhan tersebut.

Penyuluhan hukum adalah hal utama dan mendasar. Jaksa diharuskan dapat menyelami masalah masyarakat bawah di desa dan pelosok Indonesia.

Tajuk Planning Kompas edisi 11 Maret 1982 menyebutkan Ismail Saleh sebagai “… salah seorang pejabat yg menyandang setiap jabatan yg dipercayakan kepadanya dengan sungguh-sungguh, berdedikasi dan penuh tanggung jawab”.

Sumber: http://ift.tt/1mmsIby



Sumber Artikel : Kisah Jaksa Masuk Desa

Artikel Berita Terupdate Lainnya :

Scroll to top