JAKARTA, KOMPAS.com – Pengamat politik, Lely Arrianie, menilai bahwa seharusnya lebih banyak kader-kader muda potensial yg muncul dalam bursa calon ketua umum menjelang Musyawarah Nasional Partai Golkar, April mendatang.
Menurut Lely, kader muda potensial utama buat keberlangsungan partai Golkar ke depannya.
“Mereka masih dapat diasah buat memberi warna dalam tubuh Golkar,” ungkap Lely ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu (27/2/2016).
Lely menjelaskan, seandainya memang ada itikad baik bagi membangun kembali partai Golkar, kubu Aburizal dan Agung Laksono harusnya mampu bersatu dengan memberikan penguatan kepada kader-kader muda potensial dan menciptakan sistem kaderisasi yg memadai.
Selama ini, lanjut Lely, Golkar dinilai tak memperhatikan kader-kader muda yg diharapkan dapat meneruskan tongkat estafet kepemimpinan partai.
“Kader muda potensial ini menurut aku mampu lebih fleksibel sebagai calon pemimpin sekaligus penengah saat muncul konflik kepentingan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Golkar versi Munas Bali Idrus Marham pernah mengungkapkan harapannya, Ketua Generik Partai Golkar yg mulai dipilih pada bulan April 2016 nanti harus bisa membenahi seluruh masalah yg mendera partai berlambang pohon beringin itu.
Dia menginginkan Golkar kembali memiliki basis intelektual dengan membuka kesempatan seluas-luasnya buat siapapun bagi memimpin.
“Banyak orang pintar tetapi tak milik kesempatan dan peluang karena sistem partai kalian tak mengakomodir itu. Jangan sampai partai diisi oleh orang yg cuma menginginkan banyak jabatan,” ujarnya.
Sumber: http://ift.tt/1mmsIby