JAKARTA, Kompas.com – Indonesia tak mungkin bebas mutlak dari peristiwa kebakaran hutan dan lahan. Pembakaran hutan dan lahan masih mulai tetap berlangsung karena terkait dengan matapencaharian, perilaku, lemahnya penegakan hukum, politik lokal dan persoalan sosial lainnya.
Sengaja dibakar
Menurut Sutopo, titik panas di Kalimantan Timur, khususnya di Kutai Kartanegara dan Kutai Timur telah terpantau sejak beberapa pekan terakhir, seperti kebakaran lahan 5 hektar di Desa Muhurun, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara pada 30 Januari tahun ini.
“Lahan itu sengaja dibakar oknum masyarakat buat pembukaan lahan,” kata dia.
Sementara itu, Kebakaran hutan dan lahan di Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, dikerjakan oleh oknum masyarakat dengan alasan hutan bebas dan bagi buka lahan baru.
Bahkan kebakaran di sekitar areal hutan lindung di Bontang pada 20 Februari 2016 menyebabkan 3 orangutan terbakar.
BNPB memperkirakan, kemarau tahun 2016 tak mulai sekering tahun 2015 Sebab El Nino diprediksi mulai berakhir pada April, buat selanjutnya fenomena La Nina mulai menguat sehingga musim kemarau relatif basah di wilayah Indonesia.
“Musim hujan diperkirakan mulai tiba lebih awal dan intesitas hujan lebih tinggi pada musim penghujan 2016/2017. Kondisi ini tentu mulai memudahkan kita dalam upaya antisipasi kebakaran hutan dan lahan,” ujar dia.
Sumber: http://ift.tt/1mmsIby