Kent, Seperti biasa, Emily Pankhurst (20) mengenakan tampon saat ia tiba bulan. Sayangnya, karena terlalu sibuk dengan tugas kuliahnya, Emily lupa melepas tampon yg ia pakai bahkan sampai sembilan hari. Akibatnya, Emily mengalami infeksi bakteri yg hampir membuat dia meninggal.
Karena infeksi yg ia alami, Emily dirawat di Intensive Care Unit (ICU) selama tiga hari dan kini, ia kesulitan berjalan. Emily merasa kelelahan dan buat berjalan, ia harus memakai alat bantu. Emily mengisahkan mulanya ia merasa lelah, demam, dan sakit kepala. Namun, Emily menganggap itu akibat dari stres yg ia alami.
Hingga akhirnya Emily merasa ada cairan abnormal yg keluar dari vaginanya dan ia periksa ke dokter. Tapi kala itu, dokter tak melakukan pemeriksaan internal. Justru, ibu Emily, Diana, yg bersikeras menyuruh Emily mandi dan mengecek apakah ia tak lupa melepas tamponnya.
Baca juga: Hampir Mati Karena Pakai Tampon Saat Menstruasi
“Saya ke kamar mandi dan benar saja, Saya menemukan tampon di vagina aku yg telah tak keruan lagi bentuknya, berwarna hitam, dan berbau busuk. Setelah mencopot tampon itu, tubuh aku segera terasa dingin, linglung, dan sakit kepala diiringi jantung berdebar,” kisah Emily kepada Kent Online.
Diana pun langsung membawa putrinya ke rumah sakit. Diketahui, tekanan darah Emily amat rendah dan ia mengalami Toxic shock syndrome (TSS), infeksi bakteri yg jarang tetapi mengancam jiwa. Untungnya, dari pemeriksaan X-ray diketahui infeksi tak menyebar ke organ vital Emily. Lewat apa yg ia alami, Emily mengingatkan para wanita bagi berhati-hati seandainya menggunakan tampon.
“Saya harap cerita aku ini dapat menolong orang yang lain utnuk menjaga kesehatannya terutama di masa-masa yg membuat stres. Kemudian hati-hati seandainya hendak mengenakan tampon meskipun aku sendiri tak mulai lagi pakai tampon,” tutur mahasiswa jurusan kriminologi University of Canterbury ini.
Dikutip dari Daily Mail, NHS Choice mengungkapkan seandainya TSS disebabkan oleh staphylococcus aureus dan streptococcus pyogenes, yakni bakteri yg normal hidup di kulit, hidung, atau mulut. Tapi, saat masuk ke aliran darah, bakteri tersebut mampu melepas racun yg dapat merusak fungsi organ vital.
Gejala TSS di antaranya suhu tubuh di atas 38,9 celcius, pingsan, muncul ruam merah, dan terjadi infeksi di dua organ tubuh. Pemakaian tampon cukup tidak jarang menyebabkan TSS. Penanganan TSS pun diperlukan sesegera mungkin karena seandainya tak ditangani segera, TSS dapat menyebabkan syok dan kerusakan organ yg mengakibatkan kematian.
Baca juga: Ini Sebabnya Perempuan Sering Mengeluh Nyeri Saat Menstruasi
(rdn/up)
Sumber: http://health.detik.com