SINGAPURA, KOMPAS.com – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, Kementerian Pertahanan mulai membeli empat unit drone atau unmanned aerial vehicle (UAV) bagi memperkuat jajaran TNI AD.
Empat unit drone tersebut adalah Rajawali 330 buatan industri lokal, PT Bhinneka Dwi Persada (BDP).
Saat ditemui disela pameran kedirgantaraan Singapore Airshow 2016, Ryamizard mengatakan, drone-dorrone tersebut mulai dipakai buat keperluan misi patroli perbatasan.
“Kami mulai tidak mengurangi jumlah armada drone buat memantau wilayah perbatasan, salah satunya dengan tipe ini,” kata Ryamizard, sembari menunjuk Rajawali 330 di booth PT BDP di ajang Singapore Airshow 2016, Kamis (17/2/2016).
“Drone jelas mulai mempermudah operasi surveillance buat prajurit di lapangan,” kata dia.
Menurut perwakilan dari PT Bhinneka Dwi Persada, drone Rajawali 330 bisa mengangkut beban hingga 10 kilogram.
Untuk kepentingan TNI AD, drone ini dapat dipasangi dengan dua pilihan perangkat, seperti electro optical/infra red camera, FLIR (forward looking infra red), hyperspectral camera, atau mapping camera dengan Light Detection and Ranging (LIDAR).
Namun, Bhinneka Dwi Persada menolak bagi menyebut berapa nilai kontrak pengadaan empat unit drone dari Kementerian Pertahanan.
Selain bisa take off dan landing secara konvensional,drone Rajawali 330 juga memiliki kemampuan mendarat di airstrip, pneumatic catapult (dilepas dengan ketapel), car top launcher, dan parachute recovery system.
Untuk mendarat secara konvensional, Rajawali 330 cuma membutuhkan landasan sepanjang 60 meter.
Sumber: http://ift.tt/1mmsIby