JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Fraksi Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat Didik Mukrianto mengaku heran dengan sikap pemerintahan Joko Widodo yg kerap menyalahkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
Padahal, lanjut Didik, SBY tak pernah menyalahkan pemerintahan sebelumnya.
“Sebagai pemimpin yg transformatif, beliau selama memimpin bangsa tak pernah sekalipun mengambinghitamkan pemimpin bangsa sebelumnya. Siapa pun itu, baik pemimpin tertinggi maupun para pembantunya,” kata Didik dalam informasi tertulisnya, Kamis (18/2/2016).
Didik meminta pemerintahan Jokowi bagi mengubah sikap dan tak terus-menerus menyalahkan SBY. Terlebih lagi, pemerintahan sekarang telah berjalan hampir beberapa tahun.
(Baca: Inikah Pernyataan Penguasa yg Buat SBY Merasa Jadi “Kambing Hitam”?)
“Apa layak dan pantas terus mengambinghitamkan kepada SBY atas ketidakmampuan pemerintahan ketika ini dalam mengatasi masalah ekonomi, politik, kesenjangan, pengangguran, kemiskinan, pertahanan, dan keamanan,” ujar Ketua DPP Partai Demokrat itu.
Seharusnya, lanjut Didik, pemerintahan sekarang menghadirkan solusi jitu dan tepat bagi mengatasi masalah bangsa ini yg tak kunjung selesai.
(Baca: Dikaitkan dengan Ketersinggungan SBY, Darmin Nasution Nir Ingin Gaduh)
Menurut dia, publik secara nasional dan internasional cukup obyektif buat dapat menilai apakah pemerintahan sekarang cukup efektif dan tepat dalam mengatasi masalah bangsa.
“Jangan ketidakmampuan pemerintahan dalam mengelola bangsa ini mulai ditumpahkan kepada masalah isu yg tak material dan substantif serta solutif dengan menyalahkan pemerintahan sebelumnya. Dapat celaka bangsa ini kalau masyarakat diedukasi dengan cara yg tak bermartabat,” ujarnya.
Lewat Twitter, SBY kembali merasa pemerintahannya selama 10 tahun dijadikan kambing hitam oleh pihak penguasa. Ia tak menyebut siapa pihak yg dimaksud.
Tanpa juga memberi contoh, SBY menyebut bahwa berbagai persoalan yg sekarang muncul dikatakan warisan atau akibat kesalahan pemerintahan SBY.
(Baca: SBY Merasa Pemerintahannya Masih Jadi Kambing Hitam Pihak yg Kini Berkuasa)
Pada Desember 2014, SBY pernah mengungkapkan hal senada. Saat itu, nilai tukar rupiah tengah terpuruk terhadap dollar AS.
Hasil pengamatannya, SBY merasa dijadikan kambing hitam atas situasi ekonomi ketika itu, terutama oleh pembantu Presiden Joko Widodo. (Baca: SBY Merasa Dijadikan Kambing Hitam atas Terpuruknya Rupiah)
Sumber: http://ift.tt/1mmsIby