JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Golkar hasil Munas Ancol yg dipimpin Agung Laksono menolak seandainya musyawarah nasional rekonsiliasi diselenggarakan oleh kepengurusan Munas Riau 2009.
Wacana digelarnya munas melalui kepengurusan Riau ini sebelumnya disampaikan oleh Ketua Tim Transisi penyelesaian konflik Golkar, Jusuf Kalla.
“Kami telah memiliki pengalaman sebelumnya tahun 2014 dengan penyelenggaraan munas di mana kepengurusan Riau sebagai dasar kepanitiaannya yg menghasilkan kepanitiaan yg tak partisipatif dan melibatkan berbagai pihak dan hasilnya, ya Munas Bali yg tak demokratis,” kata Ketua DPP Partai Golkar hasil Munas Ancol Ace Hasan Syadzily ketika dihubungi, Kamis (21/1/2016).
Dalam Munas Riau, Aburizal Bakrie menjabat sebagai ketua umum dan Idrus Marham sebagai sekretaris jenderal. Adapun Agung Laksono menjabat sebagai wakil ketua umum. (Baca: Konflik Golkar Melebar, Agung Laksono Laporkan Aziz Syamsuddin ke Polisi)
Namun, Ace tetap khawatir bahwa pelaksanaan munas rekonsiliasi mulai kembali bermasalah seandainya Tim Transisi cuma menyerahkan sepenuhnya kepada Munas Riau.
Ace mengaku, pihaknya tetap berpegang pada putusan Mahkamah Partai Golkar (MPG) yg membentuk Tim Transisi bagi menyelenggarakan munas rekonsiliasi.
Menurut dia, Tim Transisi tidak mampu cuma menunjuk kepengurusan Riau bagi menggelar munas tersebut, tapi harus membentuk suatu kepanitiaan baru. (Baca: Akhir Pekan Ini, Golkar Kubu Aburizal Bakrie Gelar Rapimnas)
“Keputusan MPG itu harus dilaksanakan secara konsisten, termasuk penyelenggaraan munas yg akuntabel, demokratis, terbuka, dan fair,” ucap Ace.
Hal serupa sebelumnya juga disampaikan Agung Laksono. Agung menilai sejauh ini Tim Transisi belum pernah mengadakan meeting atau pembicaraan apa pun terkait pelaksanaan munas.
Dia berharap segala tim dapat duduk bersama terlebih dulu sebelum mengambil keputusan. (Baca: Agung Tolak Munas Rekonsiliasi Digelar Pengurus Riau)
“Saya sebagai anggota Tim Transisi juga masih menunggu. Nanti mulai ada meeting buat pelaksanaan munas,” kata Agung.
Sebelumnya, Jusuf Kalla mengatakan, pihaknya menolak seandainya Musyawarah Nasional Partai Golkar cuma dimonopoli oleh Partai Golkar hasil Munas Bali pimpinan Aburizal Bakrie. (Baca: Jusuf Kalla Ingatkan Aburizal, Munas Golkar Harus Libatkan Agung Laksono)
“Tidak, tak (Aburizal Bakrie), tapi Riau (hasil Munas Riau). Di Riau, kan, selain ada Aburizal, juga ada Agung (Wakil Ketua Generik DPP Partai Golkar hasil Munas Riau). Jadi, Agung juga harus ikut (kepanitiaan munas),” ujar Kalla kepada pers, ketika ditanya apakah panitia Munas Golkar mulai didominasi kubu Aburizal, Rabu (20/1/2016) petang.
Menurut Kalla, kepanitiaan Munas Partai Golkar juga tak dikerjakan oleh Tim Transisi.
“Tentunya juga yg menyelenggarakan munas adalah Golkar hasil Munas Riau. Itu lebih tepat,” katanya.
Sumber: http://ift.tt/1mmsIby