Jakarta, Para pakar menyebut sebuah senyawa dalam kondom dan empeng bayi sebagai pemicu kanker. Senyawa tersebut ditempatkan dalam sesuatu kategori dengan daging merah, yakni ‘possible carcinogen’.
Senyawa tersebut adalah MBT, yg yaitu singkatan dari 2-mercaptobenzothiazole. Organisasi Kesehatan Global (WHO) menyebut, senyawa tersebut ditemukan dalam berbagai produk berbahan karet, akan dari kondom hingga empeng bayi atau dummy.
Untungnya, paparan melalui produk sehari-hari sangat kecil sehingga masyarakat umum tak perlu cemas. Peringatan mulai adanya risiko kesehatan lebih ditujukan pada para pekerja di perusahaan yg memproduksi produk-produk tersebut dan berisiko terpapar dalam jumlah lebih besar.
Baca juga: Cara ‘Mematahkan’ Alasan Suami Ketika Enggan Pakai Kondom Saat Bercinta
Dalam sebuah rapat di Lyon Prancis, 24 pakar dari 8 negara menyampaikan ada cukup bukti buat menggolongkan MBT ke dalam daftar pemicu kanker. Komite yg melakukan kajian tersebut menyampaikan bahwa MBT sudah teridentifikasi dalam produk sehari-hari.
“Telah diidentifikasi baru-baru ini bahwa dalam debu jalanan yg mampu terhirup dengan pemakaian ban karet paling mungkin menjadi sumber pencemaran ini,” kata salah sesuatu anggota komite, Prof Hans Kromhout seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (1/3/2016).
Sebagai bagian dari kajian tersebut, International Agency for Research on Cancer (IARC) mengamati penelitian terhadap para pekerja pabrik kimia. Hasilnya mengaitkan MBT dengan kanker kandung kemih, kanker usus, dan sejenis kanker darah. Namun adanya senyawa yang lain mengandung arti bahwa MBT bukan satu-satunya kemungkinan penyebab.
Baca juga: Inovasi Kondom di 2015: Sinkron Ukuran Mr P Hingga Deteksi Penyakit Seksual(up/up)
Sumber: http://health.detik.com