Jakarta – Upaya restrukturisasi yg dikerjakan Zynga sepertinya tidak berhasil membuat mereka bangkit. Alhasil, pembuat game mobile ternama yang berasal Amerika Perkumpulan itu mengambil langkah yg terbilang ekstrim, menjual kantor pusatnya.
Kabar mengenai penjualan kantor pusat Zynga yg terletak di San Francisco ini tersiar melalui laman blog real estate, The Registry. Mengacu dari keterangan The Registry, Zynga bermaksud bagi menjual bangunan seluas 670.000 meter persegi itu dengan harga USD 800 atau sekitar Rp 10,7 juta per meternya.
Padahal, saat membeli gedung ini dari Sega di tahun 2012 dahulu Zynga cuma merogoh kocek USD 228 juta atau sekitar Rp 3 triliun dengan rincian USD 340 (Rp 4,5 juta) per meter. The Registry pun menjelaskan seandainya Zynga melihat peluang dengan menjualnya ketika ini dengan harga tinggi.
Ya, kawasan tempat gedung Zynga berdiri memang ketika ini memiliki nilai menarik. Seperti dikutip detikINET dari Gamespot, Kamis (25/2/2016), Curbed SF melaporkan buat harga tanahnya sendiri di kawasan itu memiliki nilai paling tak mencapai USD 133 juta atau Rp 1,7 triliun.
Rencana penjualan kantor pusat Zynga ini sejatinya telah diprediksi. Sebab beberapa pekan yg lalu, lewat laporan pendapatan, Zynga mengutarakan rencana buat mengeksplorasi peluang melalui monetisasi gedung kantornya.
Sebagai perusahaan pembuat game mobile ternama, Zynga mengalami masa-masa yg sulit di tahun 2015 lalu. Meski telah melakukan PHK sebanyak 300 pegawai. Namun pembesut game Farm Ville itu masih saja merugi.
Terhitung kuartal terakhir yg jatuh pada tanggal 31 Desember 2015, Zynga mengalami kerugian USD 46,9 juta atau sekitar Rp 625,3 miliar. (mag/ash)
Sumber: http://inet.detik.com