Beirut – Pemerintah Iran mulai membayar masing-masing keluarga warga Palestina yg tewas dalam kekerasan dan unjuk rasa anti-Israel. Langkah Iran ini menuai kecaman keras dari pemerintah Israel.
Serangkaian aksi kekerasan marak terjadi di wilayah Israel dalam lima bulan terakhir. Kebanyakan warga Palestina mendalangi penikaman, penembakan dan aksi penabrakan dengan mobil yg ditargetkan terhadap warga Israel.
Sebanyak 28 warga Israel dan sesuatu warga Amerika Perkumpulan tewas dalam serangkaian serangan sejak Oktober 2015 lalu. Sedangkan tentara Israel menewaskan sedikitnya 168 warga Palestina, yg sekitar 111 orang di antaranya diklaim Israel sebagai pelaku serangan, dan sisanya tewas ditembak dalam kerusuhan yg terjadi ketika aksi-aksi demo.
“Keputusan termasuk memberikan sejumlah uang sebanyak US$ 7 ribu (Rp 94 juta) buat setiap keluarga para martir intifada di Yerusalem,” ucap Duta Besar Iran bagi Libanon, Mohammad Fathali dalam konferensi pers di Beirut, Libanon seperti dilansir Reuters, Kamis (25/2/2016).
Iran juga mulai memberikan bantuan buat warga Palestina yg rumahnya hancur dibuldoser militer Israel. “US$ 30 ribu (Rp 403 juta) bagi setiap keluarga yg rumahnya di wilayah pendudukan dihancurkan karena keikutsertaan salah sesuatu anak mereka dalam kerusuhan,” imbuh Fathali.
Menanggapi hal ini, otoritas Israel pun marah dan mengecam keras Iran. “Ini memperlihatkan kembali peran Iran dalam mendorong teror,” sebut Kementerian Luar Negeri Israel dalam pernyataannya.
“Usai kesepakatan nuklir, Iran selalu menjadi pemain besar dalam teror internasional,” imbuh pernyataan itu.
Pekan ini, militer Israel menghancurkan rumah beberapa warga Palestina yg menewaskan 5 orang dalam serangan di Tepi Barat dan wilayah Israel, tahun lalu.
Baca juga: 2 Rumah Warga Palestina Hancur Dibuldoser Militer Israel
(nvc/ita)
Sumber: http://news.detik.com