JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Seksi Keteknikan Aneka Energi Baru Terbarukan dan Konvergensi Energi pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Ezrom MD Tapparan mengaku heran atas perhatian anggota Komisi VII Dewie Yasin Limpo terhadap proyek pembangkit listrik di Deiyai, Papua.
Padahal, daerah pilihan Dewie bukan berasal dari Papua, melainkan Sulawesi Selatan.
Ezrom mengatakan, pada 19 Oktober 2015, ia dihubungi oleh Rinelda Bandaso, staf Dewie.
(Baca: Dewie Yasin Bantah Minta “Fee” Proyek Pembangkit Listrik di Papua)
Rinelda menanyakan nasib pengajuan proposal pembangkit listrik Deiyai yg diserahkan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Deiyai, Irenius Adii.
“Saya jawab, usulan tak lengkap dan jawaban Bu Direktur mulai dikirim ke Bapak Bupati (Deiyai),” ujar Ezrom ketika bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (11/2/2016).
Ezrom lantas bertanya kepada Rinelda mengenai kepentingan Dewie dalam pengajuan itu. Setahu Ezrom, di Komisi VII ada anggota lain, yakni Tony Wardoyo, dari dapil Papua.
“Saya tanyakan ke Rinelda, ‘Maaf Ibu, kenapa Ibu Dewie yg setahu aku dari dapil Sulsel sibuk urusi Papua?’ Kata Rinelda, Ibu Dewie katanya kasihan,” kata Ezrom.
Menurut Ezrom, telah yaitu kewajiban pegawai di Kementerian ESDM mengetahui siapa saja anggota Komisi VII yg yaitu mitranya.
Alasannya, banyak yg mengaku anggota Dewan Perwakilan Rakyat ketika mengajukan proposal proyek di kementerian tersebut.
“Sering seperti itu,” kata Ezrom.
(Baca: Dewie Yasin Limpo Tuding Dua Anak Buahnya “Kasak-kusuk” di Belakang)
Dalam perkara ini, Irenius sempat mengajukan proposal pembangunan pembangkit listrik di Deiyai ke Dewie melalui Rinelda.
Dewie meminta uang pengawalan sebesar Rp 2 miliar dengan janji mulai memperjuangkan usulan Irenius agar dianggarkan di APBN.
Irenius sepakat atas permintaan uang itu, asalkan perusahaan punya rekannya, Setyadi Jusuf, menjadi pelaksana proyek tersebut.
Irenius dan Setyadi pun memberikan uang muka ke Dewie melalui Rinelda sebesar Rp 1,7 miliar buat dana pengawalan.
Begitu transaksi selesai, ketiganya segera ditangkap KPK. Dewie dan Bambang juga ditangkap pada hari yg sama di tempat terpisah.
Sumber: http://ift.tt/1mmsIby