Jakarta – Presiden AS Roma, James Pallotta, mengaku terkejut dengan luapan emosi Francesco Totti atas situasinya. Namun, Pallotta menepis tudingan kalau Luciano Spalletti tidak menghormati kapten Roma itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, Totti mengungkapkan rasa frustrasinya karena waktu bermain yg minim sejak Spalletti menempati kursi pelatih yg ditinggalkan Rudi Garcia. Striker veteran itu mengira dirinya kurang dihormati.
“Saya tak cuma milik sesuatu reaksi atas wawancara Totti, tetapi milik dua. Pertama, aku terkejut dengan kata-kata Francesco tetapi sekaligus paham sekali bahwa itu adalah rasa frustrasi yg terpendam,” ujar Pallotta kepada Corriere dello Sport.
“Saya tak meyangka, tetapi aku paham: dia seorang pemain hebat, dia menulis sejarah dengan Roma, kompetitif dan seorang superstar.”
“Tidak benar kalau Spalletti tak menghormati Totti, itu hanya spekulasi. Mari kalian akan dari empat menit melawan Real Madrid: Spalletti ingin memasukkan dia ketika tertinggal 0-1 dengan maksud menyamakan skor.
“Lalu aku melihat dari sudut pandang yang lain bahwa itu mampu jadi pertandingan kandang terakhir Totti di Perserikatan Champions, Anda tak pernah tahu apa yg mampu terjadi di masa depan. Lalu Spalletti memberi dia peluang tampil,” kata Pallotta.
Kontrak Totti mulai habis pada akhir musim ini dan disebut-sebut dilirik oleh klub-klub dari MLS, China, dan Timur Tengah. Tapi pesepakbola berusia 39 tahun itu juga dapat saja memilih buat gantung sepatu.
“Francesco dan aku mulai duduk bersama, aku mulai berbicara dengan dia tetapi juga dengan yg lain. Di bulan Desember saat kita terakhir kali bertemu dia bilang bahwa dia ingin selalu bermain. Sekarang kami lihat saja,” lanjut Pallotta.
“Ketika Anda menjadi pemilik klub Anda harus menghormati setiap permain Anda, dalam hal ini respek besar terhadap Totti dan dia mampu tetap di Roma sebagai pemain ataupun direktur. Sampai ketika ini aku belum mendengar jawaban apapun dari Francesco. Saat kita bertemu nanti, aku berharap dia mulai menyampaikan apa niatnya.”
“Dan pertanyaan soal respek, aku tak dapat bilang sebelum rapat apa yg mulai terjadi. Saya tak suka spekulasi. Dia mulai membuat keputusan terbaik buat kebaikan tim,” lugas Pallotta.
(rin/krs)
Sumber: http://sport.detik.com