Penuh Spekulasi, Harga Minyak ‘Labil’ Naik-Turun

Singapura -Semalam di pasar Amerika Perkumpulan (AS), harga minyak produksi AS anjlok hingga ke tingkat terendahnya dalam 12 tahun terakhir. Namun pagi ini, harga minyak di pasar Asia naik 4%. Ada apa?

Harga minyak bergerak labil naik-turun karena spekulasi. Untuk hari ini, kenaikan terjadi karena adanya berita dari menteri energi Uni Emirat Arab (UEA), selaku anggota OPEC, yg menyampaikan rencana OPEC memangkas produksi minyak agar harga naik.

Dilansir dari Reuters, Jumat (12/2/2016), minyak West Texas Intermediate (WTI) produksi AS, harganya naik US$ 1,14/barel (4,35%) ke US$ 27,35/barel dari penutupan hari sebelumnya.

Menurut menteri energi UEA tersebut, anggota OPEC bersedia buat memangkas produksi, meskipun dia menyatakan, harga minyak murah sudah memaksa adanya pengurangan produksi, dan menciptakan keseimbangan di pasar minyak dengan sendirinya.

Namun, para analis melihat kecilnya peluang adanya kesepakata antara negara OPEC dan non OPEC, buat bersama-sama memangkas produksinya.

“Pernyataan dari menteri energi UEA dampaknya kecil. Kami melihat ini cuma persuasi saja, karena koordinasi bagi memangkas produksi minyak sangat rendah,” demikian pernyataan dari bank ANZ.

Harga minyak telah jatuh 70% lebih sejak tingkat tertingginya di pertengahan 2014. Karena produsen minyak dunia meningkatkan produksinya 1 juta hingga 2 juta barel per hari. Ad interim permintaan menurun, terutama akibat melemahnya perekonomian Chinia.

(dnl/drk)

Sumber: http://ift.tt/1m2K6Bu



Sumber Artikel : Penuh Spekulasi, Harga Minyak ‘Labil’ Naik-Turun

Artikel Berita Terupdate Lainnya :

Scroll to top