Menguak Teka-teki Wafatnya Eka

Kisah pilu tenaga kerja Indonesia seakan tidak ada habisnya. Eka Suryani (23), meregang nyawa di China ketika meninggalkan keluarga untuk mencari nafkah.

Eka wafat di Xiamen, Fujian, China. Dia ditemukan meninggal dunia di kamar mandi dalam kondisi telanjang sambil memegangi pancuran. Diduga kuat Eka meninggal dengan cara tak wajar. Sebab dua waktu sebelumnya dia mengaku dianiaya majikannya.

Eka sesuai dokumen bekerja sebagai tenga kerja wanita di Hong Kong. Namun, oleh majikannya, dia diduga dipekerjakan di rumah kerabatnya di Xiamen, Fujian, China. Ad interim sang majikan mengaku cuma berkunjung bagi perayaan tahun baru China.

Dugaan pelanggaran lainnya, Eka dianggap menjadi korban perdagangan manusia. Sebab, sesuai dokumen mestinya dia bekerja di Hong Kong, tapi oleh majikannya ternyata dipekerjakan di China.

“Ada indikasi terjadinya trafficking, telah kalian laporkan ke Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), BNP2TKI, kalian tembuskan ke dua lembaga terkait,” kata Teguh Prasetyo, tim pengacara Eka Suryani.

Menurut Teguh, Eka sempat kabur beberapa kali karena disiksa majikannya. Dia kabur ke agen dan menyatakan meminta ganti majikan.

Meski begitu, pihak agen justru mengembalikan dia kepada majikan semula. Seharusnya, lanjut Teguh, pihak agen melindungi Eka setelah mendapat pengaduan. Apalagi korban kabur karena mendapat perlakukan kekerasan.

“Pelanggarannya sesuai kontrak kerja harusnya dipekerjakan sesuai alamatnya. Kedua pihak agen tak memberikan perlindungan ketika pengaduan,” ujar Teguh.

Sumber: http://www.merdeka.com



Sumber Artikel : Menguak Teka-teki Wafatnya Eka

Artikel Berita Terupdate Lainnya :

Scroll to top