Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) melakukan penggeledahan terhadap anggotanya yg diduga menggunakan narkoba. Dalam razia diamankan anggota TNI, Polri dan warga sipil.
Operasi digelar di Perumahan Kostrad Tanah Kusir, Jalan Pengabdian Putra 3 oleh Tim Yonintel Kostrad dan Pom Kostrad Asintel Kaskostrad. Razia dilakukan, Minggu (21/2) lalu.
Belakangan, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengakui warga sipil yg dimaksud adalah seorang anggota DPR. Diduga, anggota Dewan Perwakilan Rakyat tersebut yaitu politikus PPP yg tidak yang lain anak mantan Wapres Hamzah Haz, Ivan Haz.
Namun demikian, Badrodin mengaku tidak tahu apakah politikus PPP itu ada di tempat penggerebekan atau tidak. Badrodin menyebut nama-nama yg beredar masuk dalam daftar pembeli narkoba di kompleks Kostrad.
“Saya enggak tahu kalau Ivan Haz dan yg lain-lain itu apakah memang ada di tempat atau tidak, sebetulnya tanya Kostrad gitu. Jangan segera dianggap ada di tempat itu, daftar pembeli-pembeli ada nama itu,” kata Badrodin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/2).”Jadi begini Anda harus bedakan, bahwa yg disebut misalnya anggota Polri, anggota Polri itu tak ada di tempat itu, hanya di daftar pembelian itu ada namanya, jangan sampai salahkan anggota polisi ada di situ, nggak ada,” imbuh Badrodin lagi.
Menyikapi kabar tersebut, para politikus di Dewan Perwakilan Rakyat pun ramai-ramai angkat bicara. Mereka bahkan meminta agar para politikus Senayan dites narkoba.
Berikut ulasannya seperti dirangkum merdeka.com:
Sumber: http://www.merdeka.com