Konsep Tol Laut Reduksi Biaya Angkut Sampai 45%

Den Haag – Konsep tol laut mampu meningkatkan efisiensi sebesar 45 persen dibandingkan dengan jalur transportasi laut yg ada sebelumnya.

Demikian hasil studi Hafida Fahmiasari, mahasiswa master Transportation, Infrasructure, and Logistic pada Technische Universiteit Delft, yg disampaikan dalam diskusi Lingkar Inspirasi bertema “Tol Laut: From Conceptual Idea to Practical Implementation”, Sabtu (6/2/2016).

Menurut Hafida, hasil studinya juga memperlihatkan bahwa rute antara Tanjung Priok dan Tanjung Perak yaitu rute dengan tingkat kepentingan paling tinggi dalam jaringan tol laut Indonesia.

“Hasil ini cukup wajar mengingat rute tersebut mengangkut 63% permintaan dari segala arus lalulintas laut Indonesia,” ujar Hafida.

Namun lanjut Hafida, bukan berarti rute yang lain tak penting. Justru di sinilah pekerjaan rumah pemerintah bagi meningkatkan geliat ekonomi di daerah yang lain terutama di Indonesia bagian Timur, agar rute yang lain menjadi sama pentingnya.

Dalam kesimpulannya, Hafida mengatakan bahwa tol Bahari bukanlah solusi tunggal untuk pemerataan pembangunan di Indonesia.

Pertama, dibutuhkan juga pengembangan Kawasan Ekonomi Spesifik di daerah Indonesia Timur buat memastikan kapal-kapal yg berangkat dari Timur ke Barat melalui jaringan tol laut tak membawa muatan kosong karena tak adanya industri di sana.

Kedua, Hafida juga menekankan pentingnya penguatan koneksi jaringan antara pelabuhan dengan area industri buat menjamin agar ongkos logistik tak mahal dan jaringan laut menjadi pilihan buat kalangan industri.

Sebelumnya, Hafida menjelaskan bahwa konsep tol laut sebenarnya bukan yaitu barang baru.

“Konsep ini yaitu adaptasi dari konsep Pendulum Nusantara yg sejak 2012 telah digagas oleh Dirut Pelindo II, RJ Lino,” jelas Hafida.

Hafida memaparkan bahwa latar belakang konsep tol laut adalah karena adanya lingkaran setan logistik di Indonesia.

Pada sesuatu sisi pengembangan industri masih terpusat di Jawa, sementara pada sisi yang lain ongkos transportasi logistik antara Barat dan Timur amat mahal.

Dok. PPI Belanda

Dengan demikian, disparitas antara Indonesia Timur dan Barat semakin besar dan Indonesia Timur semakin tertinggal.

“Maka muncullah konsep tol laut yg bertujuan bagi memotong ongkos produksi logistik dan memperkecil kesenjangan pembangunan di Indonesia Barat dan Timur,” demikian Hafida.  

Diskusi Lingkar Inspirasi yaitu kegiatan reguler PPI kota Delft. Tema tol laut diangkat bekerjasama dengan PPI Belanda dengan tujuan bagi membedah secara lebih mendalam konsep yg yaitu program unggulan pemerintahan Jokowi.

(es/fdn)

$(document).ready(function(){ polong.create({ group: 771, target:’bx_polong’ }); });

Sumber: http://news.detik.com



Sumber Artikel : Konsep Tol Laut Reduksi Biaya Angkut Sampai 45%

Artikel Berita Terupdate Lainnya :

Scroll to top