Jakarta – Turn Back Crime tidak jarang kami saksikan di kaos biru anggota reserse Polda Metro Jaya. Tak hanya di kaos pak polisi, slogan yg dikampanyekan Interpol buat mengingatkan bahaya kejahatan terorganisir itu juga melekat di badan pesawat AirAsia.
Setiap pesawat Airbus A320 punya maskapai ini pun dicat khusus dengaan livery ‘Turn Back Crime’. Ini yaitu bentuk kerjasama maskapai swasta tersebut dengan Interpol yg berpusat di Prancis.
detikcom berkesempatan terbang di atas pesawat bertuliskan ‘Turn Back Crime’ dengan warna kuning biru ini dalam penerbangan Sydney-Denpasar pada akhir Januari 2016 silam. Pesawat ini dioperasikan oleh AirAsia Indonesia. Pesawat dicat dengan tulisan kusus ‘Turn Back Crime’ berukuran sangat besar memanjang sepanjang bodi pesawat dan tulisan kecil #TOGETHERWECAN di bagian atasnya.
Pesawat AirAsia bertipe sama sebelumnya mendarat di Bandara Internasional Nice, Prancis, dua jam sebelum dimulainya sidang umum tahunan badan kepolisian internasional dengan tema ‘Turn Back Crime: 100 years of international police cooperation’ yang berlangsung di Monaco pada 3 November 2014. Livery pesawat tersebut sudah didesain sedemikian rupa guna mempromosikan kampanye global yg diiniasi oleh Interpol untuk mengajak semua pihak terkait seperti pihak penegak hukum, sektor publik dan swasta bersatu melawan seluruh praktik kejahatan dan terorisme.
“Kami sungguh bangga dengan diluncurkannya livery Turn Back Crime yang tidak mengurangi livery terbaru di jajaran armada Grup AirAsia. Peluncuran livery ini yaitu komitmen kita dalam upaya peningkatan keamanan dan keselamatan penumpang. Pesawat ini mulai membawa pesan utama buat melawan terorisme dan kejahatan menuju ke 23 destinasi dalam jaringan AirAsia. Kami berharap kerja sama yg terjalin antara AirAsia dan Interpol semakin mendukung keamanan perjalanan udara dan menjadi sebuah tolok ukur buat industri penerbangan dunia,” kata Group CEO AirAsia, Tony Fernandes, dalam siaran pers, Rabu (10/2/2016).
Menggarisbawahi pentingnya upaya kerja sama ini, AirAsia sejak Juni 2014 menjadi maskapai penerbangan pertama yg menerapkan sistem Interpol I-Checkit guna melacak keaslian paspor calon penumpang berdasarkan database dokumen perjalanan yg hilang dan dicuri atau Stolen and Lost Travel Documents (SLTD) yg dimiliki oleh Interpol. Sampai ketika ini, sistem ini sudah mendeteksi dan mencegah 50 penumpang yang hendak bepergian dengan dokumen perjalanan palsu.
“Sebagai salah sesuatu tindak lanjut kerja sama tersebut, kalian dengan bangga mendedikasikan sesuatu unit pesawat Airbus A320 milik AirAsia Indonesia buat dikerjakan pengecetan livery dengan corak Interpol. Pesawat dengan livery khusus ini mulai secara regular terbang dan mendarat di berbagai kota di Indonesia maupun sejumlah negara ASEAN lainnya, sehingga membuat kampanye keamanan yg dilakukan AirAsia dan INTERPOL dapat berjalan efektif,” kata Sunu Widyatmoko, Presiden Direktur AirAsia Indonesia.
Dalam siaran pers ini, Sekretaris Jenderal INTERPOL, Ronald K. Noble juga mengapresiasi langkah AirAsia. “AirAsia telah memperlihatkan komitmennya dalam mendukung keselamatan dan keamanan penumpang melalui penerapan sistem I-Checkit. Dengan mendukung kampanye Turn Back Crime ini, AirAsia telah menolong bagi menyebarkan pesan khusus merupakan mengajak masyarakat luas dalam memerangi kriminalitas,” apresiasinya.
Executive Director Kampanye Turn Back Crime, Roraima A. Andirani, mengatakan kampanye ini turut mendukung banyak negara dalam upaya melindungi negara mereka terkait tindak kejahatan dan terorisme.
“Tidak melihat dari mana pihak tersebut berasal baik dari kalangan masyarakat umum, sektor swasta maupun pembuat kebijakan, kalian masing-masing mampu berkontribusi dan bersatu bagi memerangi kejahatan dan terorisme,” tutur Andriani.
“Saya berharap inovasi AirAsia ini mampu semakin menginspirasi masyarakat luas bagi semakin menemukan langkah baru dan menarik dalam mempromosikan kampanye Turn Back Crime,” tambah Andriani.
Proses pengerjaan livery pesawat ini memakan waktu selama 130 jam (6 hari) dan mulai terbang ke 23 rute internasional. Publik mampu turut mempromosikan kampanye ini dengan mengunggah foto pesawat livery #TurnBackCrime memakai hashtag #AirAsia#TurnBackCrimePlane #INTERPOL dan menyebutkan @TurnBackCrime atau @INTERPOL_HQ.
detikcom juga menyaksikan pesawat AirAsia bertuliskan Turn Back Crime ini di Bandara Internasional Lombok hari ini. Pesawat tampak mencolok dan berbeda dengan pesawat lainnya sehingga menarik perhatian para tamu bandara.
(van/nrl)
$(document).ready(function(){ polong.create({ group: 771, target:’bx_polong’ }); });
Sumber: http://news.detik.com