Jakarta – Dua bocah perempuan berinisial Y (9) dan P (7) santai saja bermotor matik pada Sabtu (26/2). Keduanya berboncengan dan melintas di Jl Mangga Dua, Tamansari, Jakarta Barat.
Saat itu petugas Polsek Taman Sari Jakarta Barat yg melintas segera menyetop kedua bocah itu. Saat berhenti dan ditanya, kedua bocah itu menangis sejadi-jadinya memohon jangan ditilang.
“Saat itu kalian sedang hunting di jalan, melihat ‘lho kok ini ada anak kecil bawa motor’,” ujar Adri kepada detikcom, Senin (29/2).
“Pas ditanya, ‘motor siapa, kenapa bawa motor’ eh malah nangis ngejer-ngejer dua-duanya,” imbuhnya.
Akhirnya petugas meminta diantarkan ke rumah orangtua kedua bocah itu. Dan ternyata, orangtua kedua bocah itu memang menyuruh membawa motor. Petugas segera memberi peringatan kepada kedua orangtua bocah itu.
Nah, bicara soal bocah-bocah yg membawa motor dan diizinkan orang tua, tampaknya hal yg telah biasa di Indonesia. Tak usah di Jakarta, di daerah-daerah juga banyak anak di bawah umur membawa motor. Yang mengherankan, ada saja orang tua yg malahan bangga anaknya kecil-kecil telah dapat membawa motor.
“Orang tua milik tanggung jawab buat mmberikan pengasuhan secar baik dan menjamin keselamatan anak, menjaga kepatuhan terhadap hukum
Mengizinkan anak di bawah umur buat mengendarai kendaraan bermotor berarti membiarkan anak melanggar hukum,” kata Ketua Komisi Perlindunghan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam, Selasa (1/3/2016).
Bila orang tua bangga atau malah memberikan kesempatan anak melanggar hukum dengan berkendara malahan mulai menjadi bahaya buat anak. Bagi masa depan dia yg permisif mulai pelanggaran, juga berbahaya buat keselamatan dalam berkendara.
“Orang tua memiliki pemahaman tentang pentingnya tanggung jawab keselamatan dalam berkendara. Serta memberikan pemahaman yg baik pada anak-anak tentang peraturan, termasuk di jalan raya, salah satunya dengan tak mengizinkan anak di bawah umur memakai kendaraan bermotor,” urai dia.
“Polisi perlu bersama Kemhub perlu selalu kampanyekan aturan aman berkendara. Lingkungan juga harus sensitif buat mengingatkan ortu serta mencegah anak-anak di bawah umur gunakan kendaraan bermotor,” tutup dia.
(dra/dra)
Sumber: http://news.detik.com