Jakarta –
Kabar baru dari brand high-street Zara sesuatu ini membuat kami mengernyitkan alis. Tapi bukan karena produk atau kontroversinya, melainkan cara Anda melafalkan Zara yg selama ini ternyata salah.
Dilansir oleh Refinery 29, selama ini mungkin Anda tak melafalkan Zara dengan tepat, karena Zara tak dibaca sesuai dengan tulisannya, merupakan Zara.
Salah seorang tim fashion dari Refinery 29 tengah berada di kantor pusat Zara di A Coruna, Spanyol belum lama ini. Wanita bernama Alexandra Ilyashov itu pun menyadari seandainya ia tidak menyebut Zara seperti orang-orang menyebutnya di sana.
“Dibanding memeriksa luas studio desain atau meminum wine, kalian menyadari ada komponen kunci dari Zara yg belum kalian pahami. Bagaimana kamu menyebut Zara secara benar? Untungnya, salah sesuatu representatif dari retailer Zara cukup baik dan merekamnya bagi kami,” tutur Alexandra.
Dari video yg diunggah di Instagram, kata Zara harusnya dibaca “dzah-dah” namun terdengar seperti ‘tsada’. Zara yg berbasis di Arteixo, Spanyol ini cara membacanya mengikuti pelafalan dari dialek Northern Castilian, merupakan ‘Z’ dilafalkan dengan ‘th’ sementara R terdengar seperti D.
Dan karena Zara berasal dari Spanyol, pelafalannya pun seharusnya mengikuti tempat brand high-street ini dilahirkan. Sama saja saat kami melafalkan Louis Vuitton atau Balmain dalam bahasa Prancis.
Zara adalah retailer yang berasal Spanyol yg eksis sejak tahun 1957 berbasis di Arteixo, Spanyol oleh duo Amancio Ortega dan Rosalía Mera. Saat ini, Zara pun sudah menjadi retailer high-street terbesar di dunia.
Jika Anda masih bingung seperti apa cara pelafalannya, lihat video berikut bagi mempelajarinya:
(asf/asf)
Sumber: http://ift.tt/xVMDnc