Jakarta – Mimpi buruk turunnya penjualan iPhone ternyata bukan satu-satunya hal yg meresahkan Apple. Sebuah laporan menyebut nilai saham perusahaan yang berasal Cupertino, Amerika Perkumpulan ini juga ikutan turun hingga merugikan puluhan miliar dolar.
Penurunan nilai saham Apple itu disebut analis yaitu akibat dari laporan penjualan iPhone di kuartal I tahun fiskalnya. Apple menyatakan kalau 74,8 juta unit iPhone telah terjual, yg mana pencapaian tersebut naik sangat tipis dari penjualan tahun sebelumnya, 74,5 juta unit.
Sebagai imbasnya, Apple menyatakan revenue mereka mulai turun buat pertama kalinya dalam 13 tahun terakhir. Pendapatan Apple diperkirakan mulai berada antara USD 50 miliar sampai USD 53 miliar. Artinya, menurun dari revenue tahun dahulu yg tercatat mencapai USD 58 miliar.
Melihat penjualan iPhone yg mencakup hingga 68% dari semua revenue Apple, perlambatan penjualan iPhone jelas berpengaruh pada segala performa perusahaan. Meski demikian, Apple masih mencatatkan keuntungan sebesar USD 18,4 miliar. Yang mana lebih tinggi dari perkiraan analis yg sebesar USD 18,14 miliar.
Namun nilai keuntungan itu tampaknya tak memberikan dampak positif ke saham Apple. Karena seperti detikINET kutip dari Forbes, Senin (1/2/2016), pada penutupan minggu kemarin dikabarkan nilai total saham Apple menurun signifikan hingga USD 30 miliar. Ini yaitu penurunan terbesar yg pernah dialami sejak beberapa tahun terakhir.
Meski mengalami penurunan, total nilai yg dicetak Apple masih terbilang sangat tinggi yakni mencapai USD 533 miliar. Meski demikian analis-analis Wall Street akan meragukan performa Apple dengan bertanya-tanya sampai kapan iPhone mulai mampu bertahan? (yud/ash)
Sumber: http://inet.detik.com