Empat Tantangan Besar Untuk Ormas Islam

Pertumbuhan Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam ketika ini diiringi juga dengan empat tantangan yg harus dihadapi. Tantangan itu tidak cuma dalam lingkup ormas dan jemaahnya sendiri, melainkan pada jangkauan yg lebih luas, yakni semua bangsa.

Pertama, menurut Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, ialah tantangan buat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya umat Islam, agar milik kualitas unggul.

“Umat Islam tak kalah bersaing dengan umat lain. Umat Islam mayoritas di republik ini,” ujar Zulkifli ketika membuka Kedap Kerja Nasional I Ormas Islam Al Jami’yatul Wasliyah, di Kopo, Cisarua, Bogor, Sabtu (30/1/2016).

Tantangan yg kedua ialah soal ekonomi yg masih tertinggal. Rakyat, termasuk ormas, perlu fokus memajukan ekonomi bangsa, agar rakyat miskin berkurang. Zulkifli berharap, ormas Islam bisa menjadi kendaraan buat mengembangkan ekonomi rakyat, khususnya umatnya.

Ketiga, perihal radikalisasi. Apalagi, kini marak muncul organisasi yg berjalan di luar jalur yg seharusnya. Terkait hal ini, Zulkifli menyinggung pengalaman dokter Rika yg dua waktu dahulu mendapat pengaruh buruk dari organisasi yg radikal.

“Saya ke Yogya ketemu dokter Rika. Ia kaum intelektual, suaminya sendiri dokter spesialis. Keadaan ekonominya mapan, keluarganya juga harmonis. Tapi mereka pun dapat terpengaruh janji surga. Selama tiga bulan tinggalkan suami dan keluarga. Tentu tak mudah. Ormas-ormas mampu membina umat islam agar tak terpengaruh gerakan-gerakan radikalisme,” tutur Zulkifli.

Keempat, ormas-ormas perlu mengutamakan persamaan. Disparitas pada setiap ormas Islam memang pasti ada, dan perlu ada buat menjadi ciri masing-masing. Namun, yg perlu tetap dijaga dan ditingkatkan ialah kerukunannya.

Tantangan itu dijawab Al Washliyah dalam rakernas pertamanya sejak terbentuk sembilan bulan yg lalu. Lima tahun ke depan, Al Washliyah bekerja sama dengan Kementerian

Agraria dan Tata Ruang dalam sertifikasi aset pendidikan, masjid, dan tanah wakaf, Kementerian Sosial dalam memberdayakan masyarakat miskin, serta dengan MPR dalam membangun sosialisasi empat konsensus nasional.

“Kita kan milik jemaah yg hampir jutaan, tentu kalian juga merasa milik tanggung jawab agar jemaah tersebut mengerti betul arti kebangsaan, mengembalikan pemahaman mereka tentang Pancasila, UUD 1945, bagaimana melaksanakan Bhinneka Tunggal Ika, termasuk menjaga keutuhan NKRI. Kita sebagai bagian dari umat Islam juga milik tanggung jawab,” tutur Ahmad Doli Kurnia, salah seorang Ketua Al Wasliyah.

Kerja sama dengan MPR itu dikerjakan dengan sosialisasi di kalangan jemaah Al Washliyah. Selain mampu memahami, Ahmad pun berharap jemaah ormasnya bisa mengatakan pesan-pesan itu kepada orang-orang di lingkungan mereka. (adv)

Sumber: http://ift.tt/1mmsIby



Sumber Artikel : Empat Tantangan Besar Untuk Ormas Islam

Artikel Berita Terupdate Lainnya :

Scroll to top