Bukan hanya membahas anggaran, meeting kordinasi MPR RI pada Sabtu (30/01/2016), di Bali juga membahas isu terkini yg dihadapi MPR RI. Membahas tentang masyarakat luas bagi mengembalikan posisi MPR RI yg secara konstitusional yaitu pemilik kewenangan tertinggi, dan juga perlunya negara kembali memiliki haluan dalam sistem kebangsaan dan ketatanegaraan.
Menurut Wakil Ketua MPR RI Oesman Bilangan Odang, tahun ini adalah tahun kerja buat MPR RI menata kembali sistem ketatanegaraan sesuai dengan amandemen dasar dan juga diberlakukannya kembali GBHN. Lebih lanjut beliau menambahkan, MPR selain fokus pada amandemen dasar juga mulai menerapkan sistem pembangunan nasional berjangka pendek, menengah, dan panjang. Harapannya, sistem pembangunan yg sudah dibuat nantinya tetap berjalan walaupun berganti presiden.
“Menghidupkan kembali sistem pembangunan agar tak ada lagi istilah ganti presiden ganti sistemnya. Misalnya sekarang tol laut, nanti ganti presiden jadi tol darat atau tol udara. Makanya, bagi program yg mampu dipertanggungjawabkan dan berkelanjutan,” ujar Oesman Sapta.
Selanjutnya, Oesman Bilangan juga menyatakan seandainya tahun kerja MPR RI juga sekaligus berfungsi secara nyata menyelesaikan masalah kebangsaan, ketatanegaraan dan kemasyarakatan. Caranya, dengan mengatur kembali hal tersebut sesuai dengan jati diri, ideologi dan dasar negara Pancasila. Secara pribadi cara mengaturnya beliau menyebutnya sebagai 5 S yaitu, Strategy, Structure, Skill, System, dan Speed.
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid yg turut hadir dalam meeting tersebut menambahkan buat memperkokoh lagi tujuan tahun kerja MPR RI. Dirinya menyatakan harus dibuatkan sebuah gagasan buat memberikan pendidikan konstitusi. Maksudnya, agar pemahaman 4 Pilar MPR RI mampu dipahami dan diamalkan dengan lebih baik lagi.
“Tahun kerja MPR RI mulai lebih kokoh dengan diberikannya gagasan tentang pendidikan konstitusi. Agar sosialisasi 4 Pilar MPR RI mampu lebih maksimal, lebih dipahami secara mendalam dan semakin banyak melibatkan narasumber. Jika itu dijalankan dengan baik mampu menjadi obat mujarab bagi menghalau problema yg menghantui, seperti radikalisme, narkoba, dan aliran sesat, yg bermula dari tak paham dan tak berkomitmen terhadap 4 Pilar MPR RI,” tutupnya. (Adv)
Sumber: http://ift.tt/1mmsIby