Jakarta, Masalah ketimpangan distribusi tenaga dokter antara daerah kota dan desa terjadi di mana-mana tidak cuma Indonesia saja. Penyebab utamanya diyakini karena secara finansial dan bagi karier kota dipandang lebih bagus dari desa.
Tapi di luar hal tersebut sepertinya ada juga hal-hal yang lain yg semakin mendorong ketimpangan tenaga dokter seperti dilaporkan dalam studi di Journal of the American Medical Association (JAMA). Peneliti dari Dartmouth College menyampaikan faktor pasangan para dokter mungkin juga memiliki peran.
Pemimpin studi Douglas O. Staiger menyampaikan ada kecenderungan semakin tinggi pendidikan yg dimiliki pasangan seorang dokter, maka semakin tinggi pula kemungkinan ia buat memilih praktik di kota. Hal tersebut ia simpulkan setelah memeriksa data dari lebih 75 ribu dokter di Amerika Perkumpulan dari tahun 1960-2011.
Baca juga: Ketika Perahu, Kereta, dan Pesawat Disulap Jadi RS Berjalan
Dari data Staiger mencari apakah para pasangan milik gelar sarjana, master, atau lebih tinggi dan membandingkannya dengan tempat praktik sang dokter.
Pada tahun 1960 diketahui cuma 9 persen dari pasangan para dokter yg memiliki pendidikan tinggi tetapi kemudian meningkat menjadi 54 persen di tahun 2010. Ada sekitar 4persen dokter dengan pasangan perpendidikan tinggi yg memilih buat praktik di daerah desa, sementara itu ada 7 persen dokter yg pendidikan pasangannya tidak terlalu tinggi memilih buat praktik di desa.
Staiger menyampaikan itu artinya dokter yg menikah dengan pasangan berpendidikan tinggi kemungkinannya buat praktik di daerah pedesaan berkurang 38 persen.
Penyebab dari hal ini diduga karena pasangan yg berpendidikan tinggi kemungkinan juga memiliki karier. Oleh sebab itu makin banyak alasan buat dokter dan pasangannya menghindari daerah pedesaan.
“Orang-orang telah banyak fokus melihat alasan yang lain yg menjadi penyebab kurangnya tenaga dokter. Kami cuma coba menekankan bahwa ada juga persoalan lokasi ini buat pasangan menikah yg dua-duanya milik karier,” kata Staiger seperti dikutip dari Reuters pada Rabu (2/3/2016).
Baca juga: Distribusi Dokter Tak Merata, IDI Sebut Ada Ketidakadilan dalam Sistem Kapitasi(fds/vit)
Sumber: http://health.detik.com