Lebih dari beberapa dekade berkarya di blantika musik Indonesia, Hedi Yunus menyadari bahwa lagu-lagu cinta sangat laku keras di pasaran. Meski milik dandanan rocker, banyak juga musisi yg bawakan lagu cinta mendayu-dayu bahkan patah hati.
“Rocker kan tampilannya aja. Padahal kalo kalian dengerin lagunya cinta juga. Setiap musisi bentuk cintanya beda-beda. Jadi biasanya lagu tema cinta sangat global,” jelas Hedi ketika ditemui di Studio BepBop, Tebet, Jakarta Selatan.
Virus lagu cinta ini juga ia rasakan selama berkarir di industri musik. Namun, lagu cinta kalah dahsyat dibandingkan lagu patah hati.
“Kebanyakan begitu. Gak tahu kenapa ya. Kalo denger patah hati orang cepet meresap. Di solo karir saya, lagu Suratku, Sebatas Mimpi, Kekasih Sejati, Tak Mungkin Bersatu, seluruh yg jadi hits saya, seluruh lagu patah hati. Dan itu segala mudah dicerna orang. Nempel langsung. Gak tahu kenapa, mungkin banyak yg tersentuh. Dan mungkin patah hati jadi bagian terperih dalam hidup setiap orang,” ungkapnya.
Namun, Hedi tidak mau terus-terusan membawakan lagu galau meskipun laku keras. Ia menganggap, sebagai penyanyi, dirinya harus dapat membawakan seluruh tema dan genre lagu dengan baik.
“Nggak harus. Karena gak setiap lagu yg kalian bawakan harus sesuai dengan kehidupan kita. Kan kalo tugas kami sebagai penyanyi bisa membawakan lagu apapun yg sesuai karakter. Kebetulan baik aku sendiri atau bersama Kahitna memang cocok dengan lagu pop melankolis patah hati. Ya itu rejeki aku di sini. Ya rocker juga banyak patah hati kok,” tandasnya.
Sumber: http://ift.tt/1cYzikY