Poly yg menilai seandainya musik reggae terus berkaitan dengan ganja namun hal itu dibantah oleh grup band Gangstarasta. Grup band yg baru saja menyelesaikan tour ini tak setuju seandainya musik reggae dikaitkan dengan ganja. Menurut Aditya, salah sesuatu pemain perkusi Gangstarasta beranggapan seandainya musiknya tidak mampu dikaitkan dengan ganja.
“Tidak! Gangstarasta sendiri nggak munafik dulunya pernah ke stigma itu, dan pernah terjebak dengan lifestyle itu, tetapi ternyata salah. Reggae itu musik, reggae itu tak dapat dikaitkan dengan itu (ganja). Jadi kita sangat menolak tentang itu,” tegas Aditya ketika mengunjungi kantor Kapanlagi.com, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (10/2/2016).
Berbagai cara yg dikerjakan oleh Gangstarasta agar masyarakat tidak lagi menilai seandainya musik reggae berkaitan dengan ganja. Emilio, vokalis Gangstarasta menyampaikan seandainya dirinya terus berusaha bagi meluruskan seandainya musik reggae tidak terus dikaitkan dengan narkoba.
“Kita beri edukasi bahaya itu, banyak anak sekolah mampu menikmati musik reggae. Kita milik tanggung jawab moral juga,” kata Emilio.
Emilio menilai sangat tidak adil bila musik reggae dikaitkan erat dengan ganja. Sebab menurutnya, banyak orang di luar dunia musik yg justru menjadi pemakai aktif narkoba.
“Bahkan yg nggak suka musik juga ada yg melakukan itu. Bagi kami itu global. Jadi stigma reggae dan ganja itu kami luruskan, kalian lakukan tindakan. Bagi kalian kami mengabarkan yg baik ini titik balik kita. Ini musuh penting bangsa kita,” tandas Emilio.
Sumber: http://ift.tt/1cYzikY