JAKARTA, KOMPAS.com – Tertangkapnya puluhan orang yg terdiri dari oknum Polisi, TNI bahkan Dewan Perwakilan Rakyat dalam operasi narkoba di Kompleks Kostrad, Tanah Kusir, Jakarta, Senin (22/2/2016) harus menjadi perhatian serius.
Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aboebakar Alhabsy mengusulkan agar dikerjakan tes urine secara berkala di setiap lembaga negara.
“Selain itu, perlu dipertimbangkan buat mensyaratkan pemeriksaan narkoba bagi kelengkapan berkas pendidikan dan kenaikan pangkat bagi kalangan TNI dan Polri,” kata Aboebakar dalam informasi tertulisnya, Minggu (28/2/2016).
(Baca: Terlibat Narkoba, Oknum TNI Berpangkat Mayor Ditangkap di Kalibata City)
Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini menilai, penangkapan di Tanah Kusir tersebut yaitu indikator semakin kronisnya masalah narkoba di Indonesia. Indonesia telah darurat narkoba karena paparan narkoba telah merasuk ke berbagai kalangan masyarakat.
“Polisi dan TNI seharusnya sebagai instrumen sistem imun masyarakat dari narkoba, bukan malah sebagai pengguna atau pengedar,” ujarnya.
Kejadian tersebut juga, lanjut dia, menegaskan semakin beratnya tantangan bagi Badan Narkotika Nasional dalam mengupayakan Indonesia bebas narkoba.
(Baca: POM Kostrad Tangkap Oknum TNI, Polisi dan Warga Sipil di Tanah Kusir)
Kepala BNN Budi Waseso harus lebih berani dan tegas dalam menelisik dan mengungkap jaringan peredaran narkoba, meski ditengah komunitas TNI, Polri ataupun politisi.
“Saya mendukung rencana BNN bagi mengetatkan pengawasan di Lapas sebagai upaya mengurangi peredaran narkoba. Karena selama ini banyak terungkap, meski telah berada di lapas para bandar masih mampu menggerakkan transaksi narkoba,” ucapnya.
Sumber: http://ift.tt/1mmsIby