Brigadir Made Susila Adnyana yg bertugas di Satuan Reserse Narkoba Polres Badung ternyata benar terdeteksi berada di Surabaya bersama kekasih gelapnya. Namun pihak Polres Badung hingga ketika ini belum melakukan penjemputan terhadap yg bersangkutan lantaran masih mengikuti mekanisme penyidikan dan harus koordinasi dengan Poltabes Surabaya.
“Jadi begini, betul dia terdeteksi di salah sesuatu mal di Surabaya dengan WIL (Wanita Idaman Lain) nya namun persoalan penjemputannya belum. Itukan baru informasi, bagaimana kami jemput ke sana, kalaupun betul dia ada di sana kitakan perlu koordinasi dengan Poltabes Surabaya,” ujar Kasi Propam Polres Badung Iptu Wayan Darta, dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (6/2).
Dijelaskan Wayan Darta, pihaknya sudah melakukan mekanisme penyidikan dimana Susila sudah dipanggil melalui surat pemanggilan tahap kedua. Karena Susila sudah melanggar Kode Etik Kepolisian yg terburuk menurutnya, seandainya meninggalkan tugas dalam waktu lebih dari 30 hari tergantung aturan hukum. Namun pihaknya sudah merekomendasikan agar Susila diberhentikan secara tak hormat alias dipecat.
“Jadi dia telah kalian lakukan pemanggilan yang ke-2 melalui surat panggilan, benar dia melanggar Kode Etik Polri, yg paling jelek kalau dia meninggalkan tugas lebih dari 30 hari ya..tergantung Ankum, Kita Rekomendasikan PTDH/ Pemberhentian Nir Dengan Hormat dari Dinas Kepolisian” tegasnya.
Peristiwa yg baru pertama kali terjadi ini, menurut Wayan Darta sudah mencoreng nama baik kepolisian Polres Badung. Karena itu, pihaknya mengharapkan segala jajaran anggota kepolisian yg bertugas khususnya di Polres Badung mampu menjaga nama baik lembaganya.
“Ini jadi preseden buruk untuk kami dan semoga tak ada lagi peristiwa seperti ini,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya Brigadir Made Susila tiba ke Pos Polisi Air Kuta, Jumat (29/2) sekitar pukul 19.00 Wita. Berdalih pergi ke pantai Kuta bagi mandi buang sial, selain menitipkan sepeda motor juga menitipkan sebuah rangsel berisi baju, dan botol minuman berisi cairan racun serangga.
Hilangnya Brigadir ini, disinyalir lantaran lari dari laporan tindakan kekerasan KDRT. Selain tindak kekerasan, dia juga dilaporkan telah lama tak menafkahi lahir dan batin.
Sumber: http://www.merdeka.com