Membunuh Karena Halusinasi, Mungkinkah?

Jakarta, Minggu dulu berita tentang seorang anggota polisi yg membunuh dan memutilasi beberapa anak kandungnya sendiri karena mendengar bisikan jadi hal yg mengagetkan. Lebih lanjut berita selama pekan kemarin tersebut menceritakan tentang proses pemeriksaan terhadap tersangka yg belum dapat tuntas dikerjakan karena tersangka tampak kadang melantur dan berubah-ubah keterangannya.

Saya kemudian menjadi lebih perhatian pada perkara ini karena dikatakan bahwa si polisi melakukan pembunuhan terhadap anak sendiri ini dikarenakan mendengar adanya bisikan. Dikatakan bahwa istri tersangka juga menyampaikan bahwa dua hari sebelumnya tersangka telah tidak jarang mengeluh adanya suara bisikan.

Apakah yg didengar tersangka adalah suara bisikan yg dikategorikan halusinasi yg yaitu salah sesuatu gejala gangguan jiwa berat seperti skizofrenia?

Halusinasi Pasien Skizofrenia

Salah sesuatu gejala gangguan jiwa berat yg tidak jarang dialami pasien skizofrenia adalah halusinasi. Halusinasi adalah gangguan persepsi di mana seseorang mengalami sensasi baik pendengaran (halusinasi auditorik), penglihatan (halusinasi visual), penciuman (halusinasi olfaktorik) dan perabaan (halusinasi taktil) yg sebenarnya tak nyata. Pada banyak masalah skizofrenia yg paling tidak jarang dialami adalah gangguan halusinasi yg bersifat pendengaran.

Pada pasien skizofrenia biasanya halusinasi pendengaran tersebut mampu bersifat menyuruh atau berkomentar tentang pasien. Misalnya yg paling tidak jarang pasien menyampaikan kalau ada suara-suara di kupingnya yg menyampaikan satu tentang pasien, berkomentar tentang pasien atau cuma seperti siaran radio tanpa ada hubungannya dengan pasien.

Halusinasi yg bersifat menyuruh dapat membuat pasien melakukan satu yg tak diinginkannya dan hal tersebut tak mampu ditahan oleh pasien. Sering kali psikiater perlu menanyakan secara detil persoalan halusinasi ini karena kadang kali dapat membahayakan pasien dan lingkungannya, misalnya menyuruh pasien buat melakukan perbuatan yg tak baik.

Halusinasi adalah suatu gangguan persepsi dan tak disadari oleh pasien yg telah mengalami persoalan gangguan jiwa yg berat. Biasanya tilikan atau kesadaran pasien pada keadaan gangguan jiwa berat seperti skizofrenia yg tak mendapatkan pengobatan sangat buruk. Pasien merasa halusinasi itu memang benar ada dan tak mampu dipatahkan oleh orang sekitarnya. Pasien juga kesulitan dalam mengendalikan halusinasi tersebut sehingga menimbulkan gangguan fungsional pada pasien.

Halusinasi penglihatan atau visual juga mampu dialami oleh pasien skizofrenia walaupun biasanya jarang dan halusinasi visualnya tak jelas. Jika jelas halusinasi penglihatannya maka biasanya kalian perlu memikirkan apakah ada gangguan mental organik di otak atau ada persoalan traumatik di otaknya.

Halusinasi disebabkan secara biologis otak karena adanya peningkatan zat kimiawi di otak yg dinamakan dopamin. Dopamin ini yg meningkatkan di jalur mesolimbik di otak yg menyebakan pasien mengalami halusinasi. Selain halusinasi, orang yg mengalami peningkatan dopamin di otaknya tersebut mampu mengalami delusi atau waham, suatu keyakinan yg salah yg tak sesuai dengan latar belakang sosial, pendidikan dan budaya pasien tapi dipertahankan secara kukuh oleh pasien dan tak mampu digoyahkan. Kedua gejala ini yaitu gejala yg sangat khas buat pasien skizofrenia.

Halusinasi Bisa Diobati

Sebenarnya persoalan terkait dengan gejala gangguan jiwa bisa diobati dan hasilnya baik. Karena ada hubungannya dengan peningkatan zat kimiawi di otak merupakan dopamin, maka pengobatannya bertujuan bagi menyeimbangkan dopamin kembali. Sayangnya kadang kali pasien tak mendapatkan pengobatan yg baik karena terkait dengan kesadaran pasien sendiri buat berobat.

Pasien skizofrenia memang biasanya tak mempunyai kesadaran atau tilikan bagi berobat karena merasa tak mengalami gangguan. Keluarga tidak jarang kepayahan bagi membuat pasien menyadari dirinya bahwa ia perlu berobat.

Halusinasi pendengaran yaitu gejala yg biasanya mampu ditangani dengan pemberian obat-obat antipsikotik secara adekuat. Jika membahayakan diri pasien dan orang lain, maka pasien yg mengalami halusinasi apapun diagnosisnya perlu mendapatkan perawatan inap. Hal ini tentunya harus disadari oleh keluarga.

Diagnosis yg tepat dan pengenalan yg dini mulai gejala gangguan jiwa mulai banyak bermanfaat bukan cuma buat pasien tapi juga bagi lingkungan sekitarnya. Pengobatan yg tepat dan langsung mulai menghindarkan kalian dari kemungkinan kasus-kasus seperti diungkapkan di atas berulang. Semoga kejadian seperti yg terjadi pada perkara polisi ini tak mulai terulang lagi.

Salam sehat jiwa

*) dr Andri,SpKJ,FAPM adalah psikiater Klinik Psikosomatik RS OMNI Alam Sutera.(vit/ajg)
Sumber: http://health.detik.com



Sumber Artikel : Membunuh Karena Halusinasi, Mungkinkah?

Artikel Berita Terupdate Lainnya :

Scroll to top