Jakarta – Jari, warga Jombang, Jawa Timur mengklaim dirinya sebagai Nabi Isa. Dia pun kemudian menyebarkan ajarannya lewat Ponpes Kahuripan Ash Shiroth di Jombang.
Menanggapi fenomena ini, Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Ledia Hanifa menyampaikan bahwa masalah ini bukanlah yg pertama terjadi di Indonesia. Ledia berharap ada pemeriksaan yg mendalam dari Kementerian Agama (Kemenag) terkait masalah ini.
“Dia seperti ini ada dua masalah ya. Dan ini bukan masalah pertama yg ada yg mengaku sebagai nabi. Ini kan jatuhnya telah penistaan agama. Jadi kementerian Agama telah harus memeriksa dengan benar,” kata Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Ledia Hanifah ketika dihubungi detikcom, Rabu (17/2/2016).
“Seperti Gafatar itu kan perkembangan ajaran yg ke sekian kan. Dan aku rasa Kemenag harus tiba segera temui dia bagi berdialog,” lanjutnya.
Dialog itu lanjut Ledia sangat utama karena ketika ini Jari telah menganggap ajarannya benar. Obrolan ini juga bagi menyadarkan Jari bahwa nabi terakhir adalah Nabi Muhammad SAW.
“Kemenag harus menginformasikan kepadanya bahwa Nabi Muhammad adalah nabi terakhir di dalam Islam. Nir ada nabi berikutnya setelah itu,” ucap Ledia Hanifah.
Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin telah memerintahkan jajarannya bagi memeriksa lebih jauh. Sayangnya Lukman masih belum mendapat update terkait pria yg mengklaim dirinya sebagai nabi itu.
“Saya sedang mencari tahu. Saya telah menginstruksikan ke Kemenag di sana bagi mendalami, mencari tahu keterangan sesungguhnya seperti apa,” ungkap Lukman menjawab pertanyaan wartawan di Gedung DPR, Kompleks Senayan, Jakarta, Rabu (17/2/2016).
(yds/bpn)
$(document).ready(function(){ polong.create({ group: 771, target:’bx_polong’ }); });
Sumber: http://news.detik.com