Didandani oleh Jessica Ruiz jelas bakal jadi pengalaman yg berbeda. Pasalnya Ruiz menangani klien-kliennya dengan metode yg tidak biasa. Alih-alih tangan, Ruiz memakai mulutnya buat merias wajah para pelanggan.
Lipstik, eye shadow, dan eyeliner Ruiz aplikasikan dengan kuas yg terjepit di antara kedua bibirnya. Sebab dia tak mampu menggerakkan kedua tangan dengan leluasa. Ruiz memang memiliki tangan lengkap. Namun dia menyandang arthrogryposis, sebuah keadaan yg menyebabkan seseorang tak mampu memfungsikan kedua lengannya secara normal.Dilansir Yahoo! Beauty (20/11/15), Ruiz melakukan hampir semua satu dengan mulutnya, akan dari menulis, memasak, hingga mengambil benda-benda. Hal ini sempat membuatnya merasa tak yakin diri. Saat remaja Ruiz mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari teman-teman sekolahnya. Dia kerap diejek karena keadaan tangannya yg lumpuh itu.
Namun makeup sudah mengubah kehidupan Ruiz. Dia mencoba-coba menggunakan makeup buat meningkatkan rasa yakin dirinya. Ketika Ruiz muncul dengan makeup, dua orang yg tidak jarang mengejeknya memberikan komentar positif.
“Wow, kamu kelihatan cantik,” kata mereka. Ejekan yg diterima Ruiz tidak lantas berhenti di situ. Namun Ruiz sudah menemukan sumber kepercayaan dirinya. Saat duduk di kelas 10, salah sesuatu teman Ruiz meminta dirias buat pesta dansa sekolah. Ruiz pun setuju buat mendandani temannya itu. Rupanya hasil riasan Ruiz sangat memuaskan hingga ibu temannya mengucapkan terima kasih. Dari sana niat Ruiz buat menjadi seorang makeup artist timbul.
Sayangnya cita-cita Ruiz harus mengalami hambatan. Setiap sekolah makeup yg dia tuju menolak mentah-mentah. Menurut mereka cara Ruiz memegang peralatan makeup tak higienis. Selain itu, klien pasti keberatan seandainya Ruiz berdiri terlalu dekat dengan klien.
“Ini membuat aku merasakan depresi terdalam dalam hidup,” kenang Ruiz. “Di usia 18 tahun Anda masih coba buat menemukan diri. Memiliki mimpi dan gairah dulu seseorang menghancurkannya seperti itu benar-benar menyayat hati.”Lalu Ruiz beralih ke YouTube. Dia belajar segala keterampilan merias lewat video-video tutorial yg ditemukannya.
“Saya menyebutnya YouTube University,” kata Ruiz.Setelah cukup mahir, Ruiz akan menerima permintaan merias. Awalnya dia tidak memungut bayaran. Tetapi setelah namanya akan dikenal, Ruiz pun akan mendapatkan penghasilan. Lambat laun, Ruiz bahkan mampu bekerja buat sebuah peragaan busana.
Walaupun begitu tidak berarti karir Ruiz kini mulus tanpa kerikil tajam. Masih ada saja orang yg mengkritik caranya merias wajah. Namun kini ada banyak orang yg mengakui kemampuannya.Baca juga:
Potret miris gadis cacat Nigeria tergolek lemah di dalam baskom
Kisah Surhata, penyandang disabilitas diterima menjadi pegawai BRI
Kisah hebat kaum difabel milik mimpi mulia di tengah keterbatasan
Belajar bahasa isyarat Indonesia di jalanan
Kaum difabel berharap makin diakui termasuk kesempatan bekerja
Sumber: http://www.merdeka.com