Agnes Monica dipercaya bagi menjadi salah sesuatu juri dalam ajang pencarian bakat The Voice Indonesia yg ditayangkan di RCTI. Seperti diketahui, tugas para juri di sini tak cuma sebatas menilai dan mengomentari penampilan para peserta saja tapi juga bertugas bagi melatih atau menjadi mentor para peserta yg dipilihnya.
Memiliki anak didik masing-masing tak lantas membuat Agnez harus bersaing dengan para juri lainnya, merupakan Kaka Slank, Ari Lasso dan Judika. Tapi ia telah memiliki cara bagaimana agar anak didiknya sukses.
“Mindset awalnya sesama coach jangan saingan. Saya terus fokus ke kontestan, karena di sini kalah menang ya kontestannya,” ujarnya ketika jumpa pers di Studio 4 RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada (24/2).
Diakui pelantun Coke Bottle ini ia menghilangkan rasa egoisnya ketika menjadi juri The Voice Indonesia. Contohnya, Agnez tak mulai memilih peserta tersebut, seandainya ia merasa tak bisa bagi membuat peserta itu berkembang.
The Voice Indonesia sendiri memang memiliki sistem di mana para juri mulai menilai peserta murni cuma dari suara dan teknik bernyanyi tanpa melihat sosok atau gaya penampilan peserta. Para juri mulai menekan tombol dan membalikkan kursinya yg menandakan bahwa mereka tertarik dan memilih peserta tersebut.
“Kalau aku tau kontestan ini cocok di coach sama Ari misalnya atau sama Kaka dan Judika aku nggak mulai muter. Taktik aku buat kebaikan kontestan. Tapi kalau gue merasa ah gue kayaknya bakal mampu membuat lebih buat ke kontestan ini deh, ya gue pasti bakal pencet (tombol),” jelas Agnez.
Walau ada kalanya para juri harus bersaing bagi mendapatkan peserta yg diinginkannya, tetapi bukan soal persaingan yg ingin dibangun Agnez dan juri lainnya. Karena di sini mereka berempat benar-benar ingin mencari penyanyi-penyanyi baru yg bertalenta.
“Chemistry yg dibangun para coach ini juga bukan persaingan. Tontonan ini menarik bukan bagi menang-menangan,” pungkasnya.
Sumber: http://ift.tt/1cYzikY