Jakarta -Pada Maret 2016, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berencana mulai membuka penerbangan dari Bandara Pondok Cabe. Apa keuntungan yg didapat Garuda dengan pembukaan penerbangan ini?
Direktur Primer Garuda Indonesia, Arif Wibowo mengatakan, keuntungannya adalah, Pondok Cabe mulai menjadi bandara kedua Garuda yg melayani penerbangan dengan pesawat berbadan kecil, merupakan ATR.
“Pesawat ATR itu tak mampu operasi di bandara besar, karena dia kan lambat di taxi-nya. Dan itu mampu bagi menolong pertumbuhan mendorong pertumbuhan intra Jawa, Sumatera bagian selatan, dan Kalimantan,” kata Arif di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (25/2/2016).
Soal izin, Arif mengatakan, Garuda telah mendapat dukungan dari Kementerian Perhubungan. Saat ini sedang dikerjakan pembicaraan kerja sama secara detil antara tiga pihak, merupakan PT Angkasa Pura II (AP II) yg mulai menjadi pengelola, Pelita Air Service (anak usaha Pertamina) selaku pemilik bandara, dan Garuda sendiri.
“(Pembicaraan) masih operasional, kan aspek teknis masih banyak diselesaikan juga, terutama baik navigasi sistemnya, karena perlu di-upgrade instrumen take off dan landing-nya,” jelas Arif.
AP II mulai menggabungkan pengelolaan Bandara Pondok Cabe dan Bandara Halim Perdanakusuma dalam sesuatu manajemen dulu lintas udara.
Arif menjelaskan, penerbangan yg mulai dikerjakan dari Pondok Cabe dengan pesawat ATR adalah buat penerbangan 1-1,5 jam. Selain Pondok Cabe, Pertamina juga mulai bekerja sama memakai bandara-bandara punya Pertamina.
“Jadi kalian mulai maksimalkan juga bandara-bandara yg dimiliki Pertamina, kan dia milik bandara itu 8 atau 7 bandara,” ujar Arif.
(wdl/ang)
Sumber: http://ift.tt/1m2K6Bu