Keputusan tegas Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait pembatasan tayangan televisi yg menonjolkan unsur Lesbian, Gay, Biseks dan Transgender (LGBT). Sebab, dari dua penelitian, tayangan-tayangan tersebut dinilai memiliki peran besar membentuk anak-anak muda berprilaku seks menyimpang.
Keputusan KPI itu mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah sesuatu selebritis yg mendukung hal itu adalah Joe Richard. Baginya, telah seharusnya KPI mengambil langkah tersebut.
“KPI wajib melakukan tugasnya dengan baik. Kalau berita seperti ini (LGBT) kadang diangkat, takutnya bakal jadi seperti hal yg normal. Boleh diangkat dan bahas tetapi ada garis yg harus dibatasi,” ujar Joe Richard d iacara peresmian Dgoen Production, Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (25/2).
Sebagai aktor, Joe pernah ditawarkan memerankan sosok wanita dalam sebuah program televisi. Lantaran pertimbangan cuma sekedar gimmickuntuk menghibur tawaran tersebut diterimanya.
“Saya dahulu (disuruh) pakai baju perempuan di salah sesuatu program komedi. Harga yg ditawarkan lebih besar, hanya aku nggak dapat sebutkan berapa. Tapi besar banget memang, makanya diambil, dan pertimbangannya waktu itu gimmickmenghibur,” katanya.
Tapi setelah megetahui imbas dari apa yg dilakukannya itu sangat berbahaya untuk generasi muda, dia telah tak lagi menerima tawaran-tawaran seperti itu lagi. Kini Joe lebih fokus pada karir barunya sebagai penyanyi.
Joe sekarang lebih memilih karir sebagai seorang penyanyi, dibawah bendera manajemen Dgoen Production, dirinya mendapat dukungan dari teman-teman sesuatu manajemen.
“Kalau sekarang ditawarin lagi nggak deh. Mending aku dibayar buat nyanyi. Sekarang kan kebetulan lagi promo single ‘Amsyong’dengan Mas Dgoen. Saya belum perlu buat hal itu (perankan banci),” pungkas bintang film NENEK GAYUNGitu.
(kpl/hen/frs)
Sumber: http://ift.tt/1cYzikY