Efek ‘Berbagi’ Sikat Gigi Dengan Orang Lain Bagi Kesehatan Gigi

Jakarta, Saat seseorang tak membawa sikat gigi, tak menutup kemungkinan ada tawaran bagi ‘berbagi’ sikat gigi, misalnya saja dengan teman atau anggota keluarga. Ketika hal itu dilakukan, apa dampaknya buat kesehatan gigi dan mulut?

Studi masalah yg diterbitkan di Nursing Study and Practice, menemukan bahwa sikat gigi tidak jarang mengandung bakteri dan virus penyebab penyakit seperti E.coli, Staphylococcus, dan Pseudomonas. Jika si pemilik sikat gigi memiliki penyakit periodontal atau herpes, bukan tidak mungkin Anda mulai tertular saat memakai sikat gigi secara bergantian.

“Bahkan seandainya gusi Anda berdarah dan bakteri masuk ke aliran darah, Anda mampu tertular penyakit misalnya saja hepatitis. Prinsipnya, apapun bakteri di mulut orang itu, dapat berpindah ke mulut Anda atau sebaliknya, saat Anda dan dia berbagi sikat gigi,” tutur Marco Coppola, DO, kepala medis dan wakil presiden medical affair di Family ER+Urgent Care, Irving.

Virus yg bersarang di bulu sikat juga bukan tidak mungkin mulai membuat Anda terserang flu atau sakit tenggorokan. Apalagi, lanjut Coppola, virus mampu bertahan dua hari di plastik atau logam. Ia mengatakan, saat Anda terpaksa ‘berbagi’ sikat gigi dengan orang lain, kemungkinan besar Anda tak mulai mengalami satu yg lebih serius ketimbang pilek.

“Kenyataannya, orang yg hidup bersama-sama pun mulai menyebarkan bakteri. Berciuman, berbagi makanan dan minuman, bahkan saling berpegangan tangan saja mampu menyebarkan bakteri,” kata dokter gigi di Thousand Oaks, California, Justin Sycamore, DDS, dikutip dari Prevention, Sabtu (27/2/2016).

Baca juga: Masih Bau Mulut Padahal Sudah Gosok Gigi? Dapat Jadi Ini Sebabnya

Namun, menurut Sycamore, berbagi sikat gigi dapat sedikit lebih berbahaya daripada ‘berbagi’ hal yang lain yg dikerjakan oleh sesama anggota keluarga atau pasangan suami istri. Jika Anda tak sengaja memakai sikat gigi punya orang lain, misalnya tertukar, Sycamore menyarankan buat menggunakan mouthwash.

Dengan ‘membilas’ mulut sesaat setelah kontak dengan sikat gigi tersebut, menurut Sycamore setidaknya Anda mampu meminimalkan atau bahkan menghilangkan paparan bakteri dan virus dari bulu sikat gigi. Tapi, jauh lebih baik seandainya Anda teliti agar tak tertukar memakai sikat gigi dan terus membawa sikat gigi sendiri tiap bepergian.

Ia mengingatkan jangan lupa buat mengganti sikat gigi tiap tiga sampai empat bulan sekali dan seandainya Anda baru sembuh dari sakit, ada baiknya mengganti sikat gigi bagi menghindari kontaminasi virus atau bakteri yg ada.

Baca juga: Lebih Dari Jangka Waktu Ini, Sikat Gigi Harusnya Sudah Dibuang

(rdn/up)
Sumber: http://health.detik.com



Sumber Artikel : Efek ‘Berbagi’ Sikat Gigi Dengan Orang Lain Bagi Kesehatan Gigi

Artikel Berita Terupdate Lainnya :

Scroll to top