Beberapa waktu dahulu seniman dan dosen Universitas Brawijaya, Yusri Fajar, melancarkan protes terhadap film SURAT DARI PRAHA besutan Angga Dwimas Sasongko. Drama romantis bersetting kota Praha ini dituding menjiplak buku kumpulan cerpennya yg berjudul sama.
Menanggapi hal tersebut, Angga melakukan klarifikasi terkait tuduhan plagiarisme. Ia menyayangkan statement sepihak yg merugikan nama baik Visinema Pictures selaku rumah produksi karena menggiring opini publik bagi menghakmiki tanpa legal standing yg kuat.
“Kami merasa dirugikan karena dikesankan sebagai pihak yg tak mau diajak mediasi dan keras kepala. Perlu ditegaskan kita tak pernah mendapat somasi dan karena itu sulit mempelejari dan merespon keberatan saudara Yusri,” kata Angga dalam jumpa pers di Filosofi Kopi, kawasan Melawai, Jakarta Selatan, Senin (1/2).
Diterangkan bila SURAT DARI PRAHA yaitu film yg memiliki legal standing sesuai undang-undang hak cipta. Ia memiliki sertifikat yg dikeluarkan oleh Ditjen HKI Kemenkumham dan sudah terdaftar paten atas judul di kelas 41 terkait dengan Fim Bioskop, kelas 9 terkait dengan Cakram Digital dan kelas 16 terkait Poster.
Dengan ini tuduhan yg dilancarkan dinyatakan tak berdasar dan perlu dikaji ulang. “Terkait kesamaan tema perlu dipahami bahwa tema eksil politik di Praha yaitu bagian dari fakta sejarah yg tak mampu diklaim. Lalu soal kesamaan judul, itu bukan bentuk pelanggaran hak cipta,” imbuhnya.
Setelah meeting pertama Agustus tahun lalu, pihak Visinema Pictures dan kuasa hukum telah menawarkan bentuk mediasi kongkret. Namun gagasan tersebut tidak mendapat respon baik dari Yursi maupun kuasa hukumnya.
Gerah, Visinema Pictures pun mengirimkan somasi balik. Sayang, sampai berita ini diturunkan belum ada respon. Bahkan saat ada itikad baik buat melakukan kontak, pihak Yusri dan kuasa hukum terus menolak.
“Kami masih menunggu kedewasaan saudara Yursi bagi menyelesaikan persoalan ini dengan sebaik-baiknya dan menyadari kerugian yg sudah ditimbulkan baik pada reputasi profesional kalian beserta rekanan yang lain yg memungkinkan terciptanya karya ini,” tutup Angga.
(kpl/abs/frs)
Sumber: http://ift.tt/H1M3Lj