Dianggap Plagiat, Muncul Petisi Tolak Film ‘SURAT DARI PRAHA’

Sebuah petisi ajakan memboikot film SURAT DARI PRAHAsempat muncul di situs change.org. Ajakan boikot sebagai bentuk protes atas dugaan plagiasi film tersebut dari buku dengan judul yg sama karya Dosen Yusri Fajar.

Sejak dibuat, petisi berjudul Tolak Film Surat Dari Prahahingga ketika ini telah ditandatangani lebih dari 1000 orang. Berbagai komentar yg berisi tindakan tak setuju dugaan plagiat SURAT DARI PRAHA pun bermunculan.

“Saya tau bahwa buku tersebut benar-benar punya Bapak Yusri Fajar dan aku mengecam keras plagiasi,” tulis Khabib Fauzi dalam petisi tersebut.

“Saya menandatangani karena plagiarisme tak bertanggung jawab dan mengamankan karya anak bangsa,” tulis komentar Rany Ayu Wardhani.

Rumah produksi Visinema Pictures menggarap film bertajuk SURAT DARI PRAHA yg ditangani oleh sutradara cemerlang berusia 31 tahun, Angga Dwimas Sasongko. Film tersebut memasang Julie Estelle dan Tio Pakusadewo sebagai pemeran utama. Pihak Visinema sendiri sebelumnya sudah memberikan klarifikasi dan menyatakan tema politik di Praha tidak mampu diklaim.

Film SURAT DARI PRAHA menghadapi kontroversi karena dianggap plagiat buku kumpulan cerpen seorang Dosen di Universitas Brawijaya. Film SURAT DARI PRAHA menghadapi kontroversi karena dianggap plagiat buku kumpulan cerpen seorang Dosen di Universitas Brawijaya. KapanLagi.com/Budy Santoso

“Terkait kesamaan tema perlu dipahami bahwa tema eksil politik di Praha yaitu bagian dari fakta sejarah yg tak dapat diklaim. Lalu soal kesamaan judul, itu bukan bentuk pelanggaran hak cipta,” ungkap Angga, di kawasan Melawai, Jakarta Selatan, Senin (1/2).

Sementara buku SURAT DARI PRAHAditulis oleh seniman yg juga dosen Fakultas Seni dan Budaya Universitas Brawijaya Malang pada tahun 2012. Buku tersebut berisi kumpulan cerpen tentang mahasiswa Indonesia yg dikirim presiden Soekarno belajar di Ceko. Karena kisruh peristiwa G/30-S/PKI, para mahasiswa tak mampu kembali ke Indonesia.

Berikut isi petisi di Change.org tersebut:

Sebagai bentuk dukungan kepada Pak Yusri Fajar atas karyanya yg sudah dirampas ‘Surat Dari Praha’ yg diakui Glen Fredly sebagai karyanya dengan mengabaikan etika-etika profesional dimana plagiasi sebuah karya seni adalah tindakan kriminal.

Fakta yg tidak terbantahkan adalah:

1. Judul yg sama persis. Buku Pak Yusri, sudah beredar lebih lalu merupakan tahun 2012. Selepas beliau kembali dari Eropa saat itu. Sedangkan film ini baru tayang tahun 2016, proses shooting 2015.

2. Alur cerita dan lokasi yg memiliki kemiripan dengan yg ada di buku. Walau antara kumcer dan film memiliki perbedaan.

3. Cover buku Surat dari Praha (2012) dan poster film Surat dari Praha 12 Februari 2015 (metronews.com)sebelum dirubah ‘kebetulan’ memiliki banyak kemiripan merupakan 2 orang berdiri di atas jembatan Charles Praha.

4. Kecenderungan media yg dipakai merupakan surat.

Saya mengajak semua rekan-rekan mahasiswa dan alumni Universitas Brawijaya terkhusus Program Bahasa dan Sastra (dulu) Fakultas Ilmu Budaya (sekarang) serta masyarakat Indonesia secara luas bagi memboikot film tsb.

Melarang rekan, kerabat, sahabat buat menonton film tsb sampai hak penulis yg terampas tsb diapresiasi oleh si plagiator. Dengan semakin banyak yg memboikot sebagai hukuman publik maka harapannya plagiator menyadari bahwa plagiasi adalah kejahatan yg tak mampu ditolerir.

Sehingga plagiator mampu menghargai karya seni orang lain. Apalagi mulai tayang promonya di Mata Najwa minggu ini. Semoga Najwa Shihab membuka mata lebar-lebar bahwa ini bukan karya plagiator orisinil melainkan kejahatan karya seni berupa plagiasi yg diklaim punya plagiator. #boikotfilmsuratdaripraha.

Sumber: http://ift.tt/H1M3Lj



Sumber Artikel : Dianggap Plagiat, Muncul Petisi Tolak Film ‘SURAT DARI PRAHA’

Artikel Berita Terupdate Lainnya :

Scroll to top