Sosialisasi Sangat Butuh Dukungan Publikasi

Rapat kordinasi pimpinan MPR RI yg berlangsung di Denpasar, Bali (30/1), sudah menghasilkan dua poin penting. Seperti pentingnya negara kembali memiliki haluan (sosialisasi 4 Pilar MPR RI), mengembalikan posisi MPR RI sebagai lembaga yg memiliki kewenangan tertinggi serta adanya gagasan bagi memberikan pendidikan konstitusi dengan membentuk sekolah, lembaga pendidikan atau museum konstitusi.

Namun, menurut Wakil Ketua MPR RI Oesman Bilangan Odang, sosialisasi 4 Pilar MPR RI perlu mendapat dukungan pers. Sebab, ada keterbatasan dari anggota MPR dan pemerintah bagi melakukan sosialiasi.

“Sosialisasi ini harus didukung media cetak, media online, televisi, dan radio. Dengan begitu baru pesan sosialisasi tersampaikan ke tingkat bawah. Kami harap betul teman-teman pers, menangkap ini,” ujar ia. 

Lebih lanjut, beliau menegaskan seandainya sangat tak mungkin bagi sosialisasi (4 Pilar MPR RI) tak membutuhkan dukungan publikasi, berapa pun jumlah anggota yg disiapkan bagi sosialisasi tersebut. Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) MPR Ahmad Basarah pun menambahkan seandainya sosialisasi 4 Pilar MPR RI juga membutuhkan peran yg maksimal dari Pemerintah.

“Rapat koordinasi (rakor) MPR ini juga menyepakati bagi mengingatkan kembali presiden bahwa sesungguhnya tanggung jawab sosialisasi empat pilar MPR adalah tanggung jawab pemerintah,” ujar Ahmad Basarah.

Rapat koordinasi yg berlangsung hingga malam hari tersebut selain dihadiri oleh Wakil Ketua MPR RI Oesman Bilangan Odang dan Hidayat Nur Wahid, dihadiri pula oleh para Pimpinan Badan Pengenalan MPR Ahmad Basarah, Edhy Prabowo,  Alimin Abdullah, Prof, Bahtiar Aly. Para Pimpinan Badan Pengkajian MPR Rambe Kamarulzaman, TB. Soenmandjaja, Martin Hutabarat. Para Pimpinan Badan Penganggaran MPR Idris laena, Guntur Sasono, Suarifuddin Suding, Muh. Asri Anas, dan Pimpinan Forum Pengkajian MPR Ahmad Farhan Hamid, Prof, Sudjarto.

Masih dalam rangkaian acara yg sama, Wakil Ketua MPR RI Oesman Bilangan juga berkesempatan mengumumkan kabar tentang penetapan Maruf Cahyono yg ketika ini menjabat Kepala Biro Humas Sekretariat Jenderal MPR RI. Maruf Nurcahyo diangkat menjadi Sekretaris Jenderal MPR RI baru menggantikan posisi pejabat Sekretaris Jenderal MPR RI lama Eddie Siregar.

“Saya mengucapkan selamat kepada Sekretaris Jenderal MPR RI yg baru.  Saya kemarin menerima copy surat yg menginformasikan kepada aku bahwa Sekjen MPR RI baru adalah saudara Maruf Cahyono. Tinggal menunggu pelantikan dalam waktu dekat. Saya berharap kinerja beliau bagus. Apa-apa yg baik di periode dulu teruskan yg kurang kami perbaiki,” ujar beliau. (Adv)

Sumber: http://ift.tt/1mmsIby



Sumber Artikel : Sosialisasi Sangat Butuh Dukungan Publikasi

Artikel Berita Terupdate Lainnya :

Scroll to top