Produksi film UNTUK ANGELINEsempat ditentang ketua Komisi Nasional Konservasi Anak, Arist Merdeka Sirait. Pernyataan serupa juga tiba dari Seto Mulyadiyang mempermasalahkan pembuatan film ketika masalah persidangan kematian Angelinebelum tuntas.
Setelah melalui dua proses, akhirnya proyek perdana PT Gambaran Visual Sinema ini mendapat restu. Hal itu ditunjukkan dengan kunjungan Arist dan Setobersama produser, sutradara, penulis skenario serta pemain UNTUK ANGELINEdi kantor Komnas Anak.
Baik Arist maupun Setomemberi dukungan setelah mendapat penjelasan secara mendetail dari pihak rumah produksi. Pasalnya, visi dan misi mereka terbukti sama dengan niat awal dibuatnya film ini.
“Kita milik visi dan misi yg sama terhadap problem kekerasan anak. Mereka sangat mengapresiasi dan mendukung sekali,” kata Djito Banyu selaku sang sutradara ditemui di kawasan TB Simatupang, Jakarta Timur, Rabu (20/1).
Djito lantas menjelaskan bila filmnya nanti tak mulai vulgar dalam menampilkan adegan pembunuhan Angeline. Film ini memang ditujukan buat pangsa seluruh umur yg memberikan edukasi.
“Saya tak menampilkan secara vulgar tetapi orang tahu itu tindak kekerasan. Dari film ini aku harapkan saat orangtua dan anak menonton, mereka mengerti bahaya kekerasan terhadap anak,” tuntasnya.
Sumber: http://ift.tt/H1M3Lj