JAKARTA, KOMPAS.com – Usul Ketua Generik Partai Golkar hasil Munas Bali Aburizal Bakrie bagi menyelenggarakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) kurang mendapat dukungan.
Dari 44 total Dewan Perwakilan Daerah Taraf I Golkar dan organisasi sayap, sebanyak 21 menyatakan tidak setuju, cuma sembilan yg menyatakan setuju.
Terkait dengan hasil tersebut, belum ada kepastian apakah Munaslub mulai digelar oleh partai berlambang pohon beringin tersebut.
Aburizal pun meminta waktu bagi memikirkan jalan keluarnya.
“Saya mohon waktu bagi shalat istikharah, buat memikirkan apa yg terbaik untuk partai kita,” kata Aburizal di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Minggu (24/1/2016) malam.
Penyampaian pandangan tersebut dilaksanakan sejak pukul 13.30 WIB hingga 00.30 WIB.
Sejumlah Dewan Perwakilan Daerah atau organisasi sayap yg tidak menyetujui wacana Munaslub dikarenakan masih menunggu putusan yg berkekuatan hukum tetap dari Mahkamah Agung atas kasasi yg diajukan kubu Agung Laksono.
Salah satunya adalah Dewan Perwakilan Daerah Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yg mendorong Dewan Pertimbangan Pusat (DPP) Partai Golkar agar mengawal dan mempercepat keluarnya kasasi MA sehingga Golkar bisa melanjutkan agenda-agenda politiknya.
Sementara itu, tidak sedikit Dewan Perwakilan Daerah atau organisasi sayap yg menggantungkan jawabannya.
Beberapa di antara mereka memiliki pilihan sendiri bahkan pandangan tidak setuju, namun cenderung menyerahkan hasilnya kepada DPP Partai Golkar.
Misalnya Dewan Perwakilan Daerah Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau. Perwakilan Dewan Perwakilan Daerah ini menyatakan, para kadernya berada di tengah kegamangan akibat perpecahan internal partai itu.
Namun, tanpa menyatakan sikap, Dewan Perwakilan Daerah Kepri memilih bagi menyerahkannya kepada Ketua Generik atau DPP.
“Kami tak mulai menyampaikan Munaslub atau tidak,” ujar perwakilan Dewan Perwakilan Daerah Kepri dalam paparannya.
“Kami mengajak berpikir jernih partai ini ke arah yg lebih baik. Kami menyerahkan mandat sepenuhnya kepada Ketua Umum,” ujarnya.
Sumber: http://ift.tt/1mmsIby