Jakarta, Apa jadinya ya saat para karakter putri Disney seperti Cinderella, Mulan, bahkan Yasmin pergi ke dokter kandungan buat melakukan vaksinasi HPV atau deteksi dini kanker serviks? Ya, hal itulah yg tertuang dalam gambar buatan Maritza Lugo.
Bersama dengan rekannya yg yaitu penulis dan pemerhati pendidikan seks, Danielle Sepulveres, Maritza membuat gambar-gambar di mana para putri Disney melakukan deteksi dini kanker serviks dengan melakukan pap smear, juga melakukan vaksinasi HPV.
“Saya terus dibombardir bagi dapat mengonsep ulang karakter putri Disney setelah sebelumnya dikaitkan dengan kesadaran mulai kanker payudara. Maka dari itu, buat meningkatkan kesadaran mulai kanker serviks, aku dan Maritza memakai karakter putri Disney,” tutur Danielle kepada Forbes.
Dalam sesuatu gambar, Danielle memamerkan bagaimana Cinderella menjalani tes pengambilan darah buat pemeriksaan laboratorium Penyakit Menular Seksual (PMS). Kemudian, ada pula Jasmine dan Aladdin yg mendiskusikan program keluarga berencana yg mulai mereka ambil dengan dokter.
|
Belle mendapat resep alat kontrasepsi sedangkan Aladdin dan Jasmine berkonsultasi soal perencanaan keluarga (Foto: Maritza Lugo) |
Kemudian, Mulan melakukan pap smear dan tes HPV buat deteksi dini kanker serviks sementara putri Tiana mendapatkan vaksin HPV. Tak cuma itu, Maritza dan Danielle pun menggambarkan bagaimana pentingnya alat kontrasepsi melalui gambar Belle yg baru menerima resep alat kontrasepsi dan brosur seputar keluarga berencana.
Baca juga: Umur Belasan Tahun Sudah Berhubungan Seks, Waspadai Kanker Serviks
“Kami ingin menggalakkan kepedulian tak sekadar kanker serviks saja tapi juga kesehatan reproduksi wanita pada umumnya. Sehingga, kalian juga memasukkan bagaimana Aladdin dan Yasmin dalam hal ini pasangan suami istri, melakukan perencanaan keluarga,” tambah Maritza.
Data tahun 2012 dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memperlihatkan kanker serviks dialami sekitar 12.000 wanita di mana 4.000 orang meninggal dunia. Di Indonesia, prediksi Globocan 2012 dari International Agency for Research on Cancer (IARC) menyebut 17 dari 100.000 perempuan mengidap kanker serviks atau leher rahim. Diperkirakan pula tiap 2 menit ada seorang perempuan meninggal karena salah sesuatu macam kanker paling mematikan ini.
|
Mulan melakukan pap smear, Tiana melakukan vaksin HPV (Foto: Maritza Lugo) |
“Ada stigma yg melekat pada HPV dan kanker serviks. Media berperan utama buat menghapus stigma tersebut. Saya ingin wanita tahu bahwa mereka tak perlu malu bagi melakukan deteksi dini kanker serviks,” tegas Danielle.
Baca juga: Sudah Vaksin HPV Tetap Perlu Papsmear, Ini Sebabnya
(rdn/up)
Sumber: http://health.detik.com